Mohon tunggu...
Ellen Maringka
Ellen Maringka Mohon Tunggu... wiraswasta -

Akun Ini Tidak Aktif Lagi dan Tidak Akan Aktif Lagi di Kompasiana. Tidak menerima atau membalas pesan di Inbox.

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Cara Nyaman, Aman, dan Sehat Tetap Langsing setelah Punya Anak

2 Maret 2015   21:03 Diperbarui: 17 Juni 2015   10:16 433
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
1425296280580696318

[caption id="attachment_400542" align="aligncenter" width="624" caption="Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)"][/caption]

Saya dulu  beberapa kali menulis artikel seputaran diet, tapi  kali ini terdorong menulis lagi karena membaca artikel rekan Kompasianer Mbak Weedy yang sementara berusaha menurunkan berat badan. Meski menurut saya, Mbak Weedy ini body-nya fine-fine saja bahkan bisa dibilang langsing dan awet ayu. Perempuan memang cenderung kritis kalau melihat bayangan sendiri di cermin. Coba tanyakan saja ke semua wanita, paling senang kalau ketemu teman dan komentar yang didengar adalah, "Aduh kok tambah awet muda dan langsing terus sih?"

Jutaan dolar industri obat-obatan, jamu pelangsing dan alat-alat olahraga yang menjanjikan impian "langsing sekejap" tanpa susah payah sudah meraup keuntungan karena konsumennya (biasanya ibu-ibu) sangat mudah tergiur dengan tawaran iklan seperti ini. Siapa juga yang tidak mau langsing tanpa susah payah? Mengutip ciri khas Pak Ahok..." Mau langsing nenek luuuuu kalau gak' mau susah?" Hahahahaha... duh jadi latah ikutan Pak Ahok.

Lupakan janji palsu yang terdengar manis di telinga yang harus Anda bayar dengan mahal bahkan tidak jarang sampai membuat tagihan kartu kredit over limit. Mau langsing ya susah! Mana ada ceritanya mau tubuh langsing-sehat-terawat tapi mulut ngunyah tanpa henti? Ini berita buruknya! Diperlukan kerja keras, konsistensi bahkan perjuangan tanpa henti seumur hidup untuk mempertahankan berat badan ideal. Tanpa henti Budos? Gak salah dengar?.... Oh tidaaaaak...!  Sekali lagi saya konfirmasi; mau langsing itu perlu kerja keras tanpa henti seumur hidup!

Kita memang lebih suka mendengar yang manis di telinga meski tipu-tipuan bukan? Makanya kebanyakan orang yang bicara jujur dan blak-blakan sering dibilang kasar dan tak tahu etikat (nyolek DPRD DKI Jakarta...)

Kabar baiknya adalah; kalau mau berusaha dan disiplin, tidak peduli seberapa beratnya Anda, dan berapa usia Anda, semua kita bisa menurunkan berat badan dengan sehat dan tidak terlalu menyakitkan (termasuk sakit kantong...).

Karena artikel ini adalah pengalaman pribadi, maka saya khususkan untuk ibu-ibu yang merasa (atau kenyataannya) bertambah berat badan setelah punya anak. Ini dia beberapa poin penting yang bisa saya bagi;

1. Jangan panik dan menginginkan untuk langsing dalam dua minggu. Kepanikan hanya akan membuat pikiran tidak rasional, dan kita jadi gampang terayu dengan segala macam produk yang menawarkan hasil instan dengan harga selangit. Yang ada malah instan bokek-nya....!

Kenaikan berat badan toh tidak terjadi dalam sekejap? Lalu apa yang membuat Anda berpikir kalau naiknya dibutuhkan sembilan bulan (selama hamil), lalu harus langsing dalam hitungan minggu atau satu bulan?

2. Jangan terlalu kritis dengan diri sendiri. Berdiri depan cermin sambil bergumam, "Astaga aku sudah kayak gajah hamil..." tidak akan pernah membantu! Tidak seorang pun (termasuk Anda) merespon kritikan pedas dengan baik. Self critic seperti ini hanya akan membuat mood Anda jelek, dan biasanya justru berakhir dengan sepotong besar cheese cake dan beberapa batang coklat untuk pelarian.

Ubah cara berpikir Anda ketika memandang diri sendiri di cermin. Katakan dengan lembut dan super sopan..." Luar biasa tubuhku ini bisa melahirkan anak yang Tuhan berikan. Dan bayangkan saja kalau hal hebat seperti mengandung dan melahirkan bisa aku lalui dengan baik, apalah artinya berjuang menurunkan berat badan agar tampil menarik dan sehat? There you go.... dukungan dan semangat selalu lebih bisa memompa tekad daripada kritikan pedas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun