Mohon tunggu...
bendril sepito
bendril sepito Mohon Tunggu...

hidup adalah perjuangan

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Konservasi Insitu di Tengah Kota Pontianak Dikelola Mahasiswa Kehutanan sejak 1986

30 Maret 2015   22:48 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:46 160 0 0 Mohon Tunggu...

Arboretum Sylva indonesia PC.Universitas Tanjungpura

Dikelola oleh mahasiswa agar menjadi percontohan di kota-kota di indonesia

Posisi geografis Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura Berada di tengah kota Pontianak Kalimantan Barat tepatnya di lingkungan Universitas Tanjungpura. Secara geografis Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura terletak diantara garis 6 23 21 LS - 109 21 07 BT.

Kawasan Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura pengelolaan teknisnya diserahkan penuh kepada Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura ( Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas kehutanan UNTAN ) dengan luas 3,2 ha. Areal Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura memiliki topografi yang relatif lebih datar dengan altitude 0 - 1 dpl. Struktur geologi Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura berdasarkan peta geologi mempunyai skala 1 : 2.000.000 terdiri dari batuan kuarter sedangkan tanahnya adalah alluvial.

Sejarah kawasan

Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura merupakan sebuah kawasan yang ditanami pepohonan dan tumbuhan lainnya sehingga membentuk struktur menyerupai hutan dan merupakan sebuah kawasan untuk pelestarian plasma nutfah di Kalimantan Barat. Maksud pengelolaan arboretum ini adalah untuk pelestarian dan perlindungan bagi flora dan fauna spesifik Kalimantan Barat khususnya.

.Kawasan Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura dulunya merupakan bekas kebun ubi dan jagung yang terbengkalai kemudian ditumbuhi rumput dan alang-alang  .Keinginan Sylva Idonesia PC.Universitas Tanjungpura untuk memiliki sebuah Arboretum (suatu Kawasan yang dapat Mengkoleksi Tanaman Hutan), tercetus pada masa kepengurusan Ir. Achmad Sanusi. T (Periode 1986 - 1988). Pencetusan ide pembangunan sebuah areal peletarian plasma nutfah yang sekaligus merupakan hijauan kampus ini dilatar belakangi oleh keinginan dalam menindak lanjuti salah satu hasil rumusan dari Seminar tentang Hutan Kota dan Hijauan Kampus yang diadakan pada tahun 1987.

Kemudian pada tahun 1990 pada masa kepengurusan Ir. Gusti Kamboja (Periode 1988 – 1990) pada saat konfrensi nasional Sylva Indonesia di Bogor timbul gagasan untuk mengubah kawasan hijau tersebut menjadi sebuah kawasan Arboretum yang lokasinya berada disamping Gedung Fasilitas Bersama dengan luas lebih kurang 3,25 Ha. Kemudian Secara fisik pembangunan Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura yang baru dimulai dengan melakuan pembersihan semak belukar dengan melibatkan segenap pengurus dan anggota Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura yang terdiri dari angkatan 1984 sampai 1988 serta pengukuran yang dilakukan oleh Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah MSc. Qam, Ir. Fahrizal, Ir. Kamboja, Ir. Adi Mulya dan Ir. Budi Suriansyah.

Pada masa awal penanaman pohon di Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura sempat beberapa kali mengalami kegagalan di karenakan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah struktur tanah yang buruk dan pemilihan jenis pohon yang ditanam kurang tepat dengan kondisi lapangan Pembangunan ini sempat tersendat karena selain kekurangan dana juga tidak ada badan khusus yang menanganinya. Menyadari akan hal itu, pada tanggal 5 Maret 1990 Ir. Kamboja mengadakan Diskusi Informal Pembangunan Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura, dari hasil diskusi ini dipandang perlu adanya badan khusus untuk membangun Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura ini.

Kemudian pada tanggal 9 Maret 1990 beliau menunjuk Ir. Budi Suriansyah sebagai ketua pelaksanan pembangunan Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura. Dalam menjalankan mandat tersebut langkah awal yang dilaksanakan oleh pertama yang dilakukan oleh Ir. Budi Suriansyah adalah membentuk suatu organisasi badan khusus yang diberi nama STAR (Staff Arboretum) yang anggotanya sebagian besar adalah dari angkatan 1987 dan sebagian lagi angkatan 1986 dan 1985. Selanjutnya guna adanya pusat segala kegiatan pembangunan Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura maka pada tanggal 24 Maret 1990 dibangunlah sebuah pondok kerja dengan ukuran 3 X 4 meter yang dinamai dengan sebutan CAPPA (Camp Pembinaan Dan Pengembangan Arboretum) dengan fasilitas persemaian dengan ukuran 2 X 4 meter.

Setelah sempat gagal di awal, lahan tersebut kembali ditanami dengan jenis-jenis pohon pioneer yang tepat disertai dengan perlakuan yang intensif dan rutin. Pohon-pohon pioneer tersebut berhasil tumbuh dan beberapa tahun kemudian struktur tanahnya mulai membaik dan naungan alami mulai tercipta dari tutupan tajuk pohon-pohon pioneer. Naungan alami sangat penting untuk penanaman-penanaman selanjutnya di kawasan Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura.

Penanaman-penanaman selanjutnya terus dilakukan, jenis-jenis pohon yang ditanam merupakan jenis pohon inti yang biasanya jenis tersebut hanya dapat ditemukan di hutan-hutan belantara. Pohon inti umumnya bersifat toleran dan semi-toleran yang artinya peka terhadap penerimaan cahaya matahari langsung, itulah sebabnya naungan alami menjadi sangat penting untuk keberhasilan penanaman jenis-jenis pohon hutan.

Sedangkan tujuannya dari Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura adalah sebagai tempat pengembangan keanekaragaman hayati, tempat pengembangan pendidikan, pengembangan hutan kota serta sarana rekreasi dan hiburan bagi masyarakat.

Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam pengelolaan Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura yaitu :

1.Melestarikan sumber daya alam berupa flora dan fauna yang merupakan aset ilmu pengetahuan ilmiah bagi orang banyak dan bagi generasi-generasi mendatang.

2.Mengembangkan Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura menjadi sebuah replika hutan Kalimantan dengan mengkoleksi tumbuhan-tumbuhan yang dapat mewakili hutan-hutan di Kalimantan Barat khususnya.

3.Mempertahankan nilai-nilai dari arti pentingnya keberadaan hutan, terlebih khusus keberadaan hutan atau ruang terbuka hijau didalam kota.

4.Meningkatkan upaya konservasi sumber daya hutan.

5.Meningkatkan fungsi dan nilai lahan yang terdapat di lingkungan kampus sehingga Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura dapat menjadi hutan pendidikan dan penelitian, sebagai ruang terbuka hijau yang menciptakan iklim mikro dan nilai estetika serta mengembangkan sejumlah fasilitas yang dapat dinikmati oleh orang banyak tanpa merusak areal Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura.

Kondisi kawasan

Pengelolaan kawasan Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura terus dilakukan hingga sekarang dengan kegiatan-kegiatan rutin seperti perawatan, pemeliharaan, perbaikan dan penanaman. Penanaman terus dilakukan hingga sekarang dengan tujuan menambah jenis-jenis tumbuhan baru yang belum ada sebelumnya di kawasan Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura sehingga memperkaya koleksi tumbuhan hidup dari hutan.

Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura yang memiliki areal 3,2 Ha dibagi menjadi 20 Blok (Blok A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,K,L,M,N,O,P,Q,R.S,T ), 3 Bufferzone( bagian depan 2 dan dibelakan 1) dengan 3 parit utama.Disetiap batas blok terdapat parit-parit dengan tujuan mempermudah drainase dan proses penampungan air.

Semua Blok dan bufferzone yang ada di Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura mempunyai luasan yang berbeda-beda dangan blok terkecil Blok I dan blok terbesar yaitu Blok S ,serta mempunyai tutupan tajuk yang berbeda.

pemeliharan yang terus menerus dilakukan oleh pengurus Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura hanya difokuskan 18 Blok  dan 3 bufferzone ,sedangkan untuk 2 Blok (Blok K dan Blok L) hanya dilakukan pementauan saja dikarenakan pengurus Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura ingin melihat perbandingan antar hutan alam dan hutan buatan biasanya blok ini di sebut blok suksesi.

Tingkatan vegetasi yang ada di Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura bervariasi mulai dari semak ,tingkat semai,pancang,tiang , pohon sedang hanya ada beberapa pohon yang mempunyai diameter  ±40 cm.

Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura cukup unik dikarenakan adanya pasang surut air permukaan dibuktikan dengan adanya kondisi permukan air parit yang pasang surut tergantung pada pasang surutnya sungai kapuas .sehingga ada berapa tanaman yang terbiasa didaerah pasang surutnya air bisa tumbuh di Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura.

kondisi Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura saat musim penghujan sangat terasa dingin dikarenakan sudah samanya kondisi di hutan alam yang sudah tercipta iklim mikro.

Keadaan iklim Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura adalah iklim tropis yang termasuk kedalam tipe A dengan nilai Q berkisar antara 0 - 26 % (Ferguson dan Schmidt), dengan curah hujan berkisar 130 - 399 mm dengan hari hujan berkisar 10 - 15 hari perbulan. Temperatur suhu udara bervariasi antara 22 C - 30 C dengan temperatur rata-rata 25 C dan kelembaban udara relatif 84 - 89 % (sumber : data Riset Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura dan BMG Kab. Pontianak, 2003).

Jenis tanaman

Jenis-jenis pohon yang ditanam merupakan jenis pohon inti yang biasanya jenis tersebut hanya dapat ditemukan di hutan-hutan belantara. Pohon inti umumnya bersifat toleran dan semi-toleran yang artinya peka terhadap penerimaan cahaya matahari langsung, itulah sebabnya naungan alami menjadi sangat penting untuk keberhasilan penanaman jenis-jenis pohon hutan.

Untuk jenis-jenis tumbuhan di Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura terdapat beberapa tumbuhan endemik kalimantan barat ada di sini diantaranya kruing (Shorea balangeran ), Ulin (Eusideroxsylon zwageri ), Jelutung (Dyra costulata), Agathis (Aghatis borneosis).jenis tanaman lain nya yang ada di Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura terdapat 214 jenis tanaman.

Dominasi tanaman yang ada di Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura saat ini banyak dari famili Euphorbiaceae, Rutaceae, Dipterocarpaceae, Myrtaceae,dan Moraceae.

Beberapa tanaman yang biasanya tumbuh dihutan bakau ternyata bisa tumbuh di Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura karena adanya perlakuan khusus.

Selain itu juga Arboretum Sylva Indonesia PC. Universitas Tanjungpura memiliki koleksi ±43 jenis anggrek .

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x