Mohon tunggu...
feri anto
feri anto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Menulis untuk Indonesia

Karena menulis adalah perjalanan hati dan petualangan pikiran

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Cajon JazziePro

3 Mei 2017   10:00 Diperbarui: 3 Mei 2017   10:21 473
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Wawancara Dengan JazziePro Produsen Cajon

Namanya Siapa Mas ?

Saya Aan, (Sayapun lalu menaruh kopi diatas sebuah cajon).

Awal bermulannya Jazzie Pro gimana Mas ?

Awal mulannya saya dan teman ngamen di alun-alun selatan. Untuk produksi hanya untuk mengamen, lama-kelamaan ada teman yang pesan. Habis itu kita kasih harga teman. Terus ada lagi temannya teman yang pesan, kita kasih harga yang agak lebih tinggi. Ternyata orang-orang pada puas dengan produksi kita.

Sudah Berapa tahun ?

Mulainnya 2012. Sudah 4tahun. Awal mulannya Jazziepro bermarkas di; gedongkiwo (waktu itu Babe, nama panggilan pemilik Jazziepro). Dulunya manual, sekarang sudah memakai mesin. Kami mengontrak sebuah rumah di Gedongkiwo dan Patangpuluhan. Kalau untuk sekarang di Patangpuluhan, hanya berfungsi sebagai display, sedang workshopnya ada di Jomegatan.

Bisa dijelaskan rate hargannya ?

Paling murah 350rb (polos, tanpa stiker, maupun printing), jika ditambah stiker atau printing, maka dikenakan biaya tambahan 25rb. Kalau rate harga 375rb, finishingnya memakai vinyl. Tapi untuk cajon berbahan dasar kayu mahoni (akustik dikenakan 650rb).Rate hargannya 350rb-1jutaan (itu berbahan kayu jati elektrik). Untuk cajon elektrik berbahan plywood, kami juga bisa, untuk itu konsumen dikenakan biaya 475rb. Di akun instagram kami ada kayu; mahoni, plywood, mindi, sungkai. Itu rata-rata kalau bagian membrannya yang didepan itu sesuai selera konsumen. Ada yang memakai kayu sungkai, kayu eboni.

Berarti tiap kayu memiliki karakternya masing-masing, bisa dijelaskan Mas ?

Kalau untk eboni, kayu yangb tebal. Pemain profesional bisa memakai pedal, karena lebih kuat untuk pedal. Kalau untuk pemula, biasanya memilih kayu sungkai, karena sudah cukup  bagus. Istilahnya diberikan kayu seperti itu saja sudah senang. Kalau untuk para profesional,biasannya mereka memakai kayu ebony, karena menggunakan pedal, dan kaunya lebih tebal. Cajon berbahan kayu ebony, juga bisa memakai malet / pemukul untuk genderang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun