Media

Digital Media versus Analog Media

14 Februari 2018   06:40 Diperbarui: 14 Februari 2018   07:13 329 0 0

Part 1 chapter 2 dalam buku berjudul Writing for Digital Media menjelaskan tentang persamaan dan perbedaan cara membaca dari audiens Web maupun audiens media cetak. Penulisan dan kredibilitas informasi yang disampaikan di Web akan dibandingkan dengan media cetak tradisional. Pengguna Web tidak hanya membaca konten online tetapi mereka juga melakukan interaksi dengan Web. 

Tidak seperti media cetak yang statis atau bersifat satu arah. Beberapa teknik dasar penulisan di Web sama dengan penulisan di media cetak tradisional. Fakta bahwa tulisan muncul di layar komputer dan bukan di dalam buku yang terikat tidak mengurangi kebutuhan menulis untuk menjadi jelas, ringkas, lengkap, dan benar. Kualitas masih tetap diperhitungkan secara online.

Digital media yang lebih baru tetap menuntut banyak peran penting dari penulis, antara lain komunikator pesan. Ada banyak situs Web yang gagal membuat poinnya. Sebaiknya penulis Web terampil menyampaikan pesan secara provokatif, pintar, lucu, menarik, atau mendalam. Kedua, penulis sebagai penyelenggara informasi, keputusan harus dibuat tentang hal yang paling penting dan dalam menyampaikan informasi keluar. Ketiga, yaitu penerjemah yang berarti pesan yang disampaikan harus tepat dengan medium dan disesuaikan dengan memanfaatkan kekuatan medium serta untuk mengurangi kelemahannya.

Roger Parker mengatakan bahwa Web "permits you to immediately communicate great amounts of selective and updated information in color at remarkably low cost". Kedekatan Web berarti konten bisa diperbaruhi, ditambahkan, dihapus, dan disegarkan setiap minggu, setiap hari, atau bahkan setiap jam dan dapat dibandingkan dengan menerbitkan buku yang membutuhkan hitungan bulan dan tahun. Jumlah besar mengacu pada biaya nominal penerbitan di Web yang tidak memiliki hubungan dengan berapa banyak yang diterbitkan. 

Di sisi lain, biaya percetakan untuk publikasi cetak meningkat secara proporsional dengan jumlah yang diterbitkan. Selektif menyiratkan interaktivitas dan non-linearitas. Interaktor menentukan mana yang harus dibaca dan dalam urutan keberapa serta untuk memberikan premium pada navigasi. Terakhir adalah warna, ini menandai poin lain keberangkatan untuk konten Web karena biaya warna tidak lebih dari hitam-putih, penerbit cetak yang mewah tidak memilikinya.

Ketiga peran penting dari penulis online yang sudah dijelaskan di atas mengandalkan kredibilitas penulis. Cara-cara dalam menetapkan, memelihara, dan mengukur kredibilitas secara online menjadi berubah dari media tradisional. 

Hal ini karena banyaknya penerbit halaman Web dan penerbitan yang relatif mudah. Kredibilitas sumber di Web telah menjadi isu yang lebih besar lagi daripada media lainnya. Sebagian besar studi baru menunjukkan bahwa mereka yang terlihat online untuk informasi lebih mempercayai yang ditemukan pada Web daripada media tradisional.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas blog berkaitan dengan bias. Artinya bahwa masuknya perspektif penulis di blog dan bukan ketiadaannya di media berita tradisional mengikuti model objektivitas jurnalistik. 

Salah satu wartawan blog mengatakan, "wartawan veteran tahu bahwa objektivitas etos adalah kebohongan besar profesi mereka". Selanjutnya indentifikasi adalah kunci dari konsep komunikasi yang membantu kita memahami cara blog menghasilkan kepercayaan dari pembaca. Kenneth Burke mempertanyakan gagasan tradisional dengan memperkenalkan sebuah teori yang didasarkan pada identifikasi. Burke mengatakan bahwa ketika kepentingan manusia bergabung atau merasa dibujuk untuk percaya maka disitulah identifikasi terjadi.

Penulis Web harus berusaha untuk menerapkan lebih banyak prinsip dan teknik blogging, termasuk praktik transparansi. Pembaca blog menanggapi kesediaan penulis untuk mengungkapkan bias pribadi mereka dan kesiapan untuk mengakui kesalahan serta mempertimbangkan informasi baru. Selain itu juga berbagi dan menunjukkan sumber asli dari bahan yang digunakan dalam unduhan mereka. 

Selanjutnya, pada daftar publiknya yang harus dilakukan jurnalistik adalah akuntabilitas. Artinya bahwa organisasi sebuah berita harus menjelaskan diri mereka sendiri atau lebih memberikan kejelasan kepada pembaca dan interaktor tentang cara mereka beroperasi serta pelayanan apa yang diberikan untuk menunjukkan kepentingan publik seperti halnya standar jurnalistik. publik harus terlebih dahulu mengetahui standar yang dimiliki organisasi berita sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Bukan suatu hal yang mengejutkan apabila kredibilitas dikomunikasikan dan dievaluasi secara berbeda di Web daripada di cetak. Jika pengalaman membaca online pada dasarnya berbeda maka secara online menulis haruslah juga berbeda secara dasarnya. Penulis Web harus sampai ke poinnya. Keringkasan dinilai disemua media namun bisa menjadi prioritas utama di Web khususnya Web mobileyang diakses pada personal digital assistant, telepon genggam, dan hand-helds lainnya yang berlayar kecil. Pikirkan saat mereka akan diminta untuk menuliskan berita yang dikirim ke dan dari layar-layar kecil tersebut untuk orang-orang yang sedang berpergian.

Daftar Pustaka

Carroll, B. (2010). Writing for Digital Media. Part 1, chapter 2. New York: Routledge.