Gaya Hidup

Biaya Bulanan yang Wajib Dikeluarkan Jika Tinggal di Apartemen

13 Agustus 2015   12:10 Diperbarui: 8 September 2015   14:03 9463 0 2

Tertarik pindah ke apartemen? Beberapa hal ini bisa menjadi pertimbangan tentang biaya bulanan yang harus dikeluarkan jika memutuskan untuk pindah ke apartemen selain dari hal-hal lain yang sudah harus dibayar di muka. Misalnya: Biaya DP, biaya notaris, biaya balik nama, dll.

Berbeda dengan rumah tapak, biaya-biaya ini wajib dibayar setiap bulan. Artikel ini diperuntukkan untuk apartemen ber subsidi seperti apartemen Kalibata City, Kebagusan City, dan sebagainya. Untuk itu, biaya yang dikeluarkan jika kamu merupakan penghuni apartemen Casa Grande atau Residence 8 tentunya akan berbeda dengan biaya yang akan dihitung disini.

1. Biaya cicilan/biaya sewa

Jika kamu memutuskan untuk mencicil apartemen, maka ini merupakan biaya tetap yang harus dikeluarkan setiap bulan. Cara menghitungnya adalah biaya total apartemen dikurangi biaya DP, dibagi jangka waktu cicilan. Biasanya, bank akan menghitung biaya cicilan per bulan dan tidak lebih dari 30% jumlah gaji per bulan kamu dikurangi biaya cicilan lainnya. Lihat artikel lengkap mengenai pengajuan KPA di blog Rukamen ini.

Jika kamu menyewa apartemen, maka besarnya harga sewa tergantung tarif masing-masing pemilik apartemen. Beberapa penyewa sudah menentukan bahwa harga sewa (biasanya per tahun), sudah termasuk dengan biaya service charge; jika begitu maka abaikan poin ke dua artikel ini. 

2. Biaya Servis (Service charge)

Biaya pemeliharaan gedung atau biasa disebut service charge atau maintenance fee jika tinggal di apartemen meliputi biaya kebersihan, keamanan, perawatan gedung, dan taman. Beberapa apartemen juga menghitung biaya TV kabel ke dalam biaya ini; biasanya sih untuk apartemen yang sudah mewajibkan penghuni menggunakan provider tersebut.

Biaya servis ini biasanya ditarik per bulan, 3 bulan, atau per tahun. Besarnya biaya tergantung luas apartemen kamu. Misalnya, luas total apartemen adalah 100 m2; jika di kenakan biaya servis sebesar Rp 10.000/m2, maka biaya yang harus kamu keluargan adalah Rp 10.000 x 100 m2 = Rp 1.000.000.

3. Biaya tarif bisnis

Biaya ini termasuk biaya listrik, air, gas, TV kabel, Internet, telepon. Tarif apartemen relatif lebih mahal dari rumah tapak; biasanya rata-rata 20% – 30% lebih mahal dari rumah tapak. Kenapa lebih mahal? Pihak PLN menjelaskan bahwa alasan tarif listrik di apartemen adalah karena biasa pengelola listri apartemen dan rumah susun mengenakan biaya tambahan untuk proses pemeliharaan dan operasional yang membutuhkan biaya tambahan juga. Misalnya, tarif dari PLN Rp 1.120 per kilowatthour (kWh), di apartemen menjadi Rp 1.600 per kWh karena listrik yang diterima apartemen merupakan tegangan rendah, bukan tegangan menengah yang didapat dari PLN. Mengubah tegangan menengah menjadi rendah ini memerlukan biaya, maka biaya ini dibagikan ke penghuni apartemen. 

Tidak semua pengelola listrik gedung bisa mau memberikan informasi tentang pemungutan tarif seperti ini loh! 

Setiap apartemen juga memiliki tarif bisnis dengan jumlah berbeda. Contoh: apartemen Kalibata City meliputi biaya listrik dan air, serta biaya internet, sedangkan di beberapa apartemen hanya ada biaya listrik dan air karena biaya tv kabel sudah termasuk di biaya kebersihan (biaya servis). Sebagai acuan, ata-rata biaya tarif bisnis yang harus dikeluarkan penghuni se kelas Kalibata City setiap bulannya adalah sekitar Rp 500.000 – Rp 800.000.

4. Biaya Parkir

Setiap apartemen memiliki peraturan biaya parkir masing-masing. Tetapi ada juga apartemen yang memberikan fasilitas parkir gratis untuk 1 mobil per unit apartemen (contoh yang saya tahu: apartemen Casa Grande). Biaya parkir motor per bulan memiliki harga rata-rata mulai dari Rp 25.000 sampai Ro 100.000; sedangkan biaya parkir mobil per bulan memiliki rata-rata sekitar Rp 70.000 – Rp 200.000.

Sekian gambaran biaya per bulan yang harus dikeluarkan jika kamu memutuskan untuk pindah ke apartemen. Semoga membantu ya!