Mohon tunggu...
Anton Bele
Anton Bele Mohon Tunggu... PENULIS

Dosen Kitab Suci di Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang - Kupang, Timor, Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Asing dari Sudut Filsafat (6)

20 Oktober 2020   10:43 Diperbarui: 20 Oktober 2020   10:51 24 3 0 Mohon Tunggu...

Asing itu bukan hanya kita manusia. Ada makhluk asing, makhluk halus, makhluk gaib atau dikenal dengan sapaan roh-roh halus. Mereka ini juga asing. Kami suku Buna', di pedalaman Pulau Timor, ada adat kebiasaan, bayi yang baru lahir di pergelangan tangannya diberi gelang dari benang merah dan di lehernya dikalungkan uang logam atau kepingan perak sebagai tanda pelindung dari bala yang berasal dari roh-roh jahat. 

Di sekitar manusia ini berkeliaran makhluk asing, roh-roh. Suku Buna' percaya akan dua kelompok roh, roh baik dan roh jahat. Roh-roh baik menjaga manusia, roh-roh jahat mencelakakan manusia, mendatangkan berbagai malapetaka. Kepada roh-roh baik yang menjaga manusia, menjaga hewan piaraan, menjaga kebun, menjaga sumber air, menjaga hutan, orang Buna' memberikan persembahan berupa irisan daging matang dan nasi. 

Sedangkan kepada roh-roh jahat dihambur ke empat penjuru mata angin, irisan daging mentah dan beras supaya mereka pergi menjauhi manusia dan tempat-tempat yang berguna bagi manusia. Mereka inilah yang dikelompokkan dalam makhluk asing yang hidup di sekitar manusia. 

Roh-roh ini bergerak ke mana saja dan dapat muncul dalam berbagai bentuk sebagai makhluk asing yang sering juga menyamar dalam bentuk tanda-tanda, entah itu tanda alam seperti angin atau bunyi-bunyian, dan sering juga dalam bentuk binatang seperti burung hantu, kucing hitam atau ular. Semua itu makhluk asing yang harus diajak untuk ada bersama manusia atau pergi jauh dari manusia.

NAFSU manusia mendorong manusia untuk memperoleh benda apa saja yang dapat memperpanjang usia dalam hidup ini.  NALAR manusia memungkinkan manusia untuk berpikir dan menimba pengalaman untuk lebih arif dan bijak dalam hidup yang lebih baik dari hari ke hari. 

NALURI manusia menghantar manusia kepada sesama manusia yang dapat membantu untuk hidup aman dan damai. NURANI manusia membuat manusia itu tenang dengan kemampuan membedakan yang baik dan jahat sehingga manusia terarah kepada yang baik bukan ke arah yang jahat. (4N, Kwadran Bele, 2011). 

Kita manusia yang asing ini berhadapan selalu dengan roh-roh yang asing, bedanya kita dengan mereka, kita manusia ada badan yang terikat pada waktu dan tempat, sedangkan mereka, roh-roh itu, tidak diikat dengan badan yang kelihatan sehingga mereka itu tidak terikat pada tempat dan waktu. 

Tapi nyatanya, sama-sama asing. Roh-roh itu juga, yang baik dan yang jahat, sama seperti kita manusia, adalah pribadi yang mempunyai NAFSU + NALAR + NALURI +NURANI. Roh-roh yang baik, selalu terarah kepada yang baik sedangkan yang jahat selalu terarah kepada yang jahat.  

Dalam perjalanan kita sebagai orang asing di dunia yang asing ini kita dituntun oleh PENCIPTA untuk tetap waspada terhadap pribadi roh-roh yang jahat itu supaya jangan bergaul dengan mereka apalagi takluk pada mereka. Roh jahat asingkan kita dari PENCIPTA, roh baik dekatkan kita dengan PENCIPTA. Kita manusia selalu jadi sasaran dari roh yang jahat supaya sama-sama jahat seperti mereka, sedangkan roh yang baik jaga dan ajak kita untuk tetap baik dan semakin baik.

VIDEO PILIHAN