Mohon tunggu...
Pretty Woman
Pretty Woman Mohon Tunggu... Wanita

Tertarik dengan fenomena sosial dan film

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Akhirnya Aku Terbuka Terinfeksi Corona

30 Juli 2020   12:07 Diperbarui: 30 Juli 2020   12:05 46 2 0 Mohon Tunggu...

Perjalananku hingga akhirnya terinfeksi dan membuka fakta terinfeksi corona.

Tanggal 4 juni 2020 aku mulai merasakan meriang, namun suhu tubuhku tidaklah tinggi, paling tinggi di angka 37 drajat celcius.

tanggal 5 juni 2020 jam 8 malam aku merasakan ada bau tidak sedap seolah menempel did epan hidungku kemanapun aku pergi, baunya menyerupai bau baju tidak kering dijemur. Jam 10 malam di tanggal yang sama, aku mengalami alergi lebih dari biasanya, bibir atas dan bawah bengkak begitupula dengan hidungku. Sebelumnya aku tiak pernah alergi sampai hidung juga bengkak dan terasa pedih.

Tanggal 6 Juni 2020 pagi, aku merasakan indra penciumanku hilang total, awalnya kupikir karena efek alergi atau karena aku terlalu banyak konsumsi coklat merk XXXX, atau karena kebanyakan pakai disinfektan. 

karena kondisiku tidak juga membaik, aku memutuskan memeriksakan diri ke RS swasta terbesar di kotaku, aku tahu hilang penciuman adalah salah satu gejala khas covid 19. Tanggal 6 Juni  jam 4 sore aku diperiksa lab darah lengkap dan foto ronsen. Hasil kuterima jam 7 malam. Lab menunjukkan aku tidak mengalami infeksi, untuk torax juga baik. Akhirnya aku diberikan vitamin saat itu. 

Tanggal 8 Juni 2020 aku masih belum bisa mencium bau apapun. jam 10 pagi aku wa dokter THT senior di kotaku. Beliau menyarankanku untuk menggunakan Nasalin Nasal Spray. Tapi aku masih tidak tenang, pikirku mungkin ada tumbuh polip di hidung yang menekan sistem syaraf hidungku, untuk memastikannya aku kembali ke RS swasta, kali ini berbeda RS nya. Buat janji dengan dokter THT jam 4 sore. Dari hasil pemeriksaan, hidungku terlihat sangat normal dan sehat. Diagnosis awal akibat alergi. Dokter THT saat itu mengatakan dalam 1 bulan dia sudah menangani 8 pasien hilang penciuman total dan semuanya sudah menunjukkan perbaikan, namun beliau menyarankanku untuk rapid tes.

Akhirnya tanggal 8 Juni 2020 jam 8 malam, aku memeriksakan diri Rapid tes di RS swasta tersebut. Saat itu aku memilih rapid tes tusuk jari bukan rapid vena. Rapid tes tusuk jari hasilnya keluar dalam waktu 30 menit, sedangkan rapid tes vena hasilnya keluar keesokan harinya sehingga aku tidak memilihnya karena alasan waktu. Jam 9 malam, hasil rapidku keluar dan menunjukkan aku tidak reaktif.

Aku pulang ke rumah dan betapa senangnya saat sedang berkumur dengan betadine, aku bisa mencium baunya. "wah mantap ni resep dokter THT"

Temanku yang bernama Tari, kebetulan bekerja di salahs atu puskesmas dan tahu aku tidak bisa mencium bau. Akhirnya dia menyarankanku ke Puskesman setempat untuk menjadwalkan diri mengikuti Swab PCR Tes tanggal 12 Juni 2020.

Akhirnya aku mendatangi puskesmas setempat dan menjelaskan kondisiku tangal 12 Juni 2020 (saat itu penciumanku sudah berangsur pulih walau belum 100%). Memang petugas saat itu (ternyata dikemudia hari aku tahu dia adalah dokter) mengatakan aku boleh ikut swab dengan syarat RT, RW, Lurah harus tahu aku ikut tes SWAB PCR. Oknum itu juga mengatakan aku harus siap apabila akhirnya RT akan mengusirku karena aku ikut tes SWAB PCR. DIUSIR RT hanya karena swab PCR. Gila kan omongannya? iya gila sekali oknum dokter itu. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak memeriksakan SWAB dan hanya diberikan vitamin B kompleks. 

Aku mengatakan kekesalanku kepada kak Tary (dia beda puskesmas). ukatakan "pantes ya kak angka kita naik terus jumlahnya, petugasnya saja suka menakut-nakuti, jadi orang tidak mau memeriksakan diri akibat takut pengusiran.". Kak tary mengatakan itu juga diluar wewenang dia karena berbeda tempat kerja. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x