Mohon tunggu...
BekiBeka
BekiBeka Mohon Tunggu... Wanita

Tertarik dengan fenomena sosial, film dan energy terbarukan.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Mimpi Buruk Punya Ibu Berkarir

11 April 2019   17:00 Diperbarui: 11 April 2019   17:35 0 1 0 Mohon Tunggu...

There are many days --- okay I'll admit it, all my days --- when I get the urge to pick up the phone and tell my mom one quick thing. Or rant a little, or ask her advice. As one researcher discovered, and many of us can attest to, moms simply make things better. 

"There's something about mothers and daughters. We try to be there for one another, but as close as we might be, it can be fireworks,"  surprising no daughter anywhere. "It's just such a profound relationship. And it's complicated." 

sebagai seorang yang merasa menjadi pecundang... 

Aku menyalahkan banyak hal yang tidak aku ketahui karena mamaku tidak pernah mengajarkannya. Aku menyalahkan mamaku karena semasa sekolah aku tidak tahu harus mengambil jurusan apa, bahkan aku tidak tahu apa itu STAN (Dulu aku mendengarnya dari teman sekolah, tapi tidak aku dalami, my bad)

Malam ini, tidak seperti biasa aku pulang kerja lebih awal. Mulanya aku ingin mengejar ketertinggalan kuliahku dengan mengerjakan proposal penelitian. Tapi aku rindu mamaku, aku ingin bercerita, dan anehnya beberapa waktu dia tidak meneleponku dan seolah malas mengangkat telepon dariku.  Malam ini aku tahu alasannya. 

Awal maret aku mendapatkan promosi dari kantorku dan aku sangat bahagia dan menjadi lebih percaya diri. walau aku akui waktuku tidak sebebas dulu lagi, karena aku harus mengemban tugas yang lebih besar lagi tanggungjawabnya. Aku suka, sesekali aku nikmati karena aku merasa belajar banyak dari posisi baruku saat ini. Aku suka bagaimana orang memperlakukanku setelah promosi, aku suka bagaimana orang memberikanku semangat tanpa henti agar aku terus berjuang mencapai kondisi yang ideal bagi perusahaan. 

Kupikir mamaku akan menyukainya, kupikir dia akan bangga. Kupikir setidaknya untuk kali pertama dia akan menyukai pekerjaanku.

Mamaku tidak menyukai ide anaknya bekerja di perusahaan swasta yang menurutnya hanya akan menguras tenagaku sebelum aku pensiun. Ma.... aku tahu...

Mamaku tidak suka dengan jam kantorku yang menurutnya terlalu menguras tenaga... dan aku akui sangat aku sadari....

Mamaku lebih menyukai ide aku harus menyelesaikan kuliahku dalam 2 bulan ini. di satu sisi, mamaku punya kepercayaan aku bisa menjadi dosen kelak, hanya tinggal menunggu aku tamat kuliah. 

Tapi pilihan apa yang kupunya... tidak bekerja = pengangguran = tidak ada respect dari siapapun = tidak dapat mencukupi kebutuhan jasmani apalagi rohani.

Temanku yang tadinya bekerja di perusahaan bergensi di Jakarta, memutuskan untuk resign dan kembali pulang ke rumah. Ternyata yang awalnya ingin menghindari beban kerja justru menjadi terbebani dengan kondisi keluarga. pernah suatu ketika dia bahkan dianggap sebagai pencuri di rumah sendiri oleh seluruh anggota keluarganya karena ada uang yang hilang dan dia sasaran empuk yang dipersalahkan.

Mamaku punya mimpi anaknya menjadi karyawan BUMN atau setidaknya PNS. PNS di daerahpun jadi. Mamaku menilai dunia ini ya gitu-gitu saja, mau sekaya apapun ya gitu-gitu aja. mau keluar negeri sekalipun ya gitu-gitu aja. Jadi buat apa mencari gitu-gitu aja jika menjadi kayawan BUMN atau PNS bisa hidup tenang...

kupikir aku yang paling banyak mengadopsi pemikiran mamaku, sampai saat ini aku tidak begitu tertarik dengan uang dan turunanya. karena konsep hidupku kurang lebih sama dengan mamaku. 

Adikku berbeda, dia tidak ingin bekerja dengan siapapun, cita-citanya hanya satu: Menjadi pengusaha sukses. Dia tidak ingin seperti mamaku, gitu-gitu aja. Dia melihat gaji PNS tidak sesuai dengan mimpi nya yang ingin dia capai :pensiun di usia 3o tahun (saat ini usianya 25 jalan 26 tahun). Abangku sama saja, dia tidak suka diperintah orang, lebih memilih buka usaha.

Masalahnya... mamaku merasa sudah gagal mendidik anak, tidak sesuai impiannya....

implikasinya besar: aku tidak bisa menikmati apa yang aku kerjakan karena aku tahu mamaku tidak suka apa yang aku lakukan.

Malam ini aku marah, jika memang mama mau kami bekerja di BUMN seperti anak batak pada umumnya....

seharusnya dulu saat SMA mamak memberikan kami pengetahuan dan arahan... (mamaku tipe kalo ditanya, jawabannya hanya satu : "terserah")

aku protes dan mengatakan "adek yang bungsu dari sekarang sudah aku arahkan ambil sekolah pemerintahan, langsung kerja seperti impian mama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2