Mohon tunggu...
Baba Makmun
Baba Makmun Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Pilkada DKI: Agus Tepat atau Telat?

30 September 2016   14:14 Diperbarui: 30 September 2016   14:31 870
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kemunculan Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilkada Jakarta menyita perhatian publik dan politisi. Memang di luar dugaan, Koalisi Cikeas—Partai Demokrat, PAN, PKB, PPP—menjagokan dirinya. Pro-kontra langsung mencuat. Namanya kini jadi topik pergunjingan.

Banyak politisi bilang, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nekat mencemplungkan anaknya di kompetisi gubernur Jakarta. Alasannya, Agus tak pernah nyenggol dunia politik praktis selama ini. Nama dia pun tak pernah mampir di kancah ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan dsb. Dia tentara yang dipingit di barak.

Tapi, Koalisi Cikeas bersikukuh bahwa sekaranglah momentum paling tepat bagi Agus tampil di politik. Koalisi ini optimistis Agus bakal melahirkan kejutan besar di Jakarta. Sikap optimis itu didasarkan sejumlah analisis, yang di antaranya sebagai berikut.

Pertama, popularitas SBY masih berkibar. Jadi, Agus bisa dikerek lewat nama besar ayahnya. Pendukung SBY akan digiring berbondong-bondong memilih Agus.

Kedua, Agus anak muda tampan. Ini menjadi idola muda-mudi Jakarta sehingga pemilih muda dan pemula akan ramai-ramai mencoblos Agus. Dulu, Dede Yusuf, artis dan politikus Demokrat, menang di pilkada Jawa Barat (bersama Ahmad Heriyawan) gara-gara ganteng.

Ketiga, banyak tentara tetap setia pada SBY dan Agus. Dengan demikian, keluarga tentara—yang punya hak memilih—bakal ramai-ramai menyokong Agus.

Keempat, Agus yang masih “bayi politik” tentu masih suci, belum terkontaminasi KKN, gratifikasi, pat gulipat, main mata, main setengah kamar, dan kongkalingkong politik kotor. Ini skor sangat plus bagi Agus.

Kelima, pro-kontra tentang pencalonan Agus sekarang menjadi promosi gratis yang melambungkan popularitasnya. Agus yang semula bukan siapa-siapa, kini menjadi topik bahasan di mana-mana. Tanpa susah payah sosialisasi dan pasang iklan, namanya sekarang sejajar dengan Sandiaga Uno yang sudah hampir setahun kasak-kusuk ke pelosok ibukota.

Keenam, ada contoh pada diri anak muda kelahiran 1972, Yoyok Riyo Sudibyo, sukses meraih kursi bupati di Batang, Jawa Tengah, tahun 2012. Yoyok adalah lulusan Akademi Militer 1994 dan berhenti jadi tentara setelah 12 tahun mengabdi.

Ketujuh, Agus didampingi Silvyana Murni, PNS karier DKI. Silvy diyakini bisa menjadi daya tarik kuat pemilih perempuan. Hal ini tentu bakal signifikan meraup suara.

Kedelapan, Agus dan Silvy sama-sama pendatang baru. Ini dapat menjadi angin segar bagi warga Jakarta yang sudah jenuh dengan politisi lama. Bahkan, kalangan golput pun bisa tergoda untuk memilih keduanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun