Mohon tunggu...
Beatrice Marietta
Beatrice Marietta Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

S1 Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Kegiatan SDG's, Anti Narkoba, dan Pencegahan Stunting oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip di Kelurahan Wonodri

12 Agustus 2022   20:05 Diperbarui: 15 Februari 2024   16:08 326
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Wonodri (10/08/2022), Sebanyak 21 mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro tahun 2021/2022 melaksanakan kegiatan KKN di Kelurahan Woonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. 

Program kerja KKN sebagai bentuk pengabdian diri mahasiswa yang dilaksanakan di Kelurahan Wonodri cukup banyak, dimana tiap mahasiswa memiliki fokus pada bidangnya masing-masing. 

Terdapat tiga tema program yang wajib dibawakan oleh setiap mahasiswa, yaitu 2 program kerja monodisiplin yang sejalan dengan 17 tujuan SDG’s (Sustainable Development Goals), 1 program kerja multidisiplin tentang Pencegahan Stunting, dan 1 program kerja multidisiplin tentang Anti Narkoba.

Program kerja monodisiplin merupakan program yang direncanakan oleh masing-masing mahasiswa. Dua program kerja monodisiplin yang dirancang oleh Beatrice Marietta sebagai mahasiswa KKN Undip, yaitu Program Sosialisasi Penggunaan Handphone untuk Belajar Sembari Bermain Matematika dan Program Pengenalan Statistika. 

Program kerja ini direncanakan untuk meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa dalam belajar matematika. Matematika merupakan salah satu pelajaran yang penting dan dapat mengembangkan cara berpikir logis dan sistematis. Namun bagi sebagian siswa, matematika merupakan pelajaran yang tidak disukai karena sulit untuk dipahami.

Kesulitan tersebut mengakibatkan banyak siswa menjadi malas dan enggan untuk belajar matematika. Bahkan tidak sedikit siswa, saat waktunya belajar, mereka lebih memilih untuk bermain game yang terkadang kurang mendidik dan seringkali tidak sesuai dengan umur mereka. 

Hal ini dikarenakan, game lebih menarik daripada belajar. Hal ini tentunya akan berdampak buruk jika siswa terus menerus bermain, seperti nilai yang jelek karena tidak belajar.

Program Sosialisasi Penggunaan Handphone untuk Belajar Sembari Bermain Matematika dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan minat anak dalam belajar matematika, untuk mengedukasi anak dalam penggunaan handphone secara benar dan dapat bermanfaat, serta memanfaatkan teknologi untuk belajar sembari bermain khususnya pelajaran matematika. 

Progrsm ini dibuat sebagai salah satu bentuk penerapan SDG ke-11, yaitu Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan.

dokpri
dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun