Mohon tunggu...
B Budi Windarto
B Budi Windarto Mohon Tunggu... Guru - Pensiunan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Lahir di Klaten 24 Agustus 1955,.Tamat SD 1967.Tamat SMP1970.Tamat SPG 1973.Tamat Akademi 1977

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Maria Magdalena Melihat Tuhan

6 April 2021   11:34 Diperbarui: 6 April 2021   11:47 523
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Bacaan, Selasa 6 April 2021  Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena (Yoh :20:11-18)

Yoh 20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." 14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 15 Kata Yesus kepadanya: " Ibu, mengapa engkau menangis? 

Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." 16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. 17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Renungan

Sekitar lima puluh tiga tahun lalu, tinggal di asrama jalan Senopati Yogyakarta.  Kenangan yang paling mengesan selama tiga tahun hidup berasrama adalah saat menemani teman yang dituduh mencuri uang. Sekitar tiga puluhan penghuni komunitas asrama. Semuanya laki-laki. Saat itu, hampir semua teman mengisolir, nyinyir, nyindir, membully tertuduh. Dia menjadi orang asing, sendirian, tak berteman, dihindari, ditolak kehadirannya  di pelbagai acara  komunitas yang tidak lagi ramah. Kesadaran menempatkan  diri pada posisi teman, mendorong untuk datang mendekat. Duduk semeja saat belajar,  menyapanya, mengajaknya berbicara,  rekreasi bersamanya saat jam bebas. Tindakan ini berdampak. Diri ini ikut kena getahnya. Dikucilkan, dituduh bersekongkol melakukan pencurian, bersama menikmati uang hasil curiannya. Begitu sulit menjelaskan kebenaran kepada liyan yang sudah kerasukan semangat menuduh, tak percaya, zalim dan tak bersahabat.

Oleh karena perjumpaan dengan Yesus, Maria Magdalena telah mengalami sendiri dibebaskan dari kuasa jahat, hidup merdeka. Hadirat Yesus dalam hidupnya, menyadarkan akan hadirat Allah yang berbelas kasih, mau "cawe-cawe", campur tangan, terlibat dalam perjalanan hidupnya. Ketersentuhan hatinya oleh kasih Allah dalamYesus membuatnya bergabung dengan komunitas perempuan di sekitar-Nya. Maria Magdalena melayani-Nya dengan harta miliknya.  Pada zamannya siapapun yang berpihak padaYesus si penghujat Allah, penista agama dan penyesat,  dikucilkan dari masyarakatnya. Pilihan Maria Magdalena menyokong rombongan Yesus pastilah mempersulit hidupnya. 

Terlebih kehadiran pada saat akhir hidup-Nya, ketika semua murid-Nya kecuali Yohanes pada "ambles", tenggelam bagai ditelan bumi, bersembunyi melarikan dan menyelamatkan diri. Maria Magdalena menunjukkan pilihan kontrasnya dari pada pilihan murid-murid-Nya. Suatu keberanian mengagumkan. Maria Magdalena tampil di dekat salib Yesus secara terang-terangan di hadapan publik, menunjukkan kualitas kesetiaan yang hebat pada Sang Guru yang berbelas  kasih. Di mana Guu yang dikasihi ini,  kini berada dalam "kesendirian" pada disangkal dan dikhianati murid-muridNya. "Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-nya, Maria isteri Klopas dan Maria Magdalena "  (Yoh 19:25)  

Tidak hanya di dekat salib, Maria Magdalena hadir. Ia hadir ke kubur. Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, dan Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus (Mrk 16:1).    Kasihnya seakan hendak dituntaskan. Karena Yesus sudah mati,maka kepada jenazah-Nya cintanya diarahkan. Maria Magdalena  menyaksikan apa yang terjadi di kubur. Dia menangis di kubur. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah dua orang malaikat berpakaian putih. Kata malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Jawab Maria: "Tuhan telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." 

Sesudah berkata demikian, ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penjaga taman. Bergelut pada pikiran sendiri, terpaku pada jenazah Yesus, jadilah salah sangka dan "pangling". 

Matanya terhalang untuk melihat Yesus yang bangkit, Allah yang hidup yang tetap seperti "doeloe" dan selamanya mengasihinya. Seperti ayam mendengar suara khas majikannya memanggil "Kur..kur...kur" mereka segera berlarian mendekat. Atau bagai gembala mengenal domba dan domba mengenal suara gembalanya, begitulah Maria Magdalena. Ketika ia mendengar namanya disebut :"Maria!", segera kenal dan pahamlah ia siapa empunya suara khas ini, Sang Rabi. Maria berpaling dan berkata kepada-Nya: "Rabuni!, artinya Guru. Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." Ragawi Yesus yang mati masih dapat dipegang. 

Namun yang kini hadir dihadapannya adalah Yesus yang bangkit. Kristus yang menyatu dan bersama dengan Allah secara sempurna, tak dapat disentuh  tak terikat lagi pada ruang tempat dan waktu. Kemudian Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" Kebersamaan hidupnya dengan Yesus sebelum berlangsungnya drama sengsara dan wafat di salib, terlebih kesetiaannya berdiri dekat salib-Nya, pada saat murid-Nya tunggang langgang bak anak ayam kehilangan induknya, kini Maria Magdalena memetik buahnya, Di kubur tidak melihat dan menemukan jenasah-Nya, namun ia beroleh rahmat melihat Tuhan yang bangkit, yang hidup, yang mulia. Bahkan diperintahkan oleh Yesus sendiri supaya mewartakannya kepada para rasul lainnya. Maria Magdalena merasuli para rasul.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun