Mohon tunggu...
Bayu Samudra
Bayu Samudra Mohon Tunggu... Freelancer - Penikmat Semesta

Secuil kisah dari pedesaan

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Inilah Cara Mengatasi Kecemasan Selama Pandemi di Masa Kritis

8 Juli 2021   10:02 Diperbarui: 9 Juli 2021   04:34 674
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pandemi dapat menyebabkan stres dan cemas| Sumber: Freepik via Kompas.com

Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama 17 bulan dan entah sampai kapan bakal reda. Mengingat akhir-akhir ini, Indonesia dilanda gelombang kedua pandemi dengan melonjaknya kasus Covid-19. Sehingga pemerintah perlu mengambil langkah tegas, yakni PPKM Darurat. Inilah yang membuat diri kita semakin cemas. Lantas adakah cara mengatasi kecemasan selama pandemi?

Di kehidupan kondisi normal saja setiap manusia tentu punya rasa cemas dalam hidupnya, entah itu sekecil biji bayam atau sebesar bola basket. Apalagi saat ini, di kondisi pandemi yang semakin parah.

Untuk mempersingkat waktu baca, terlebih saya dan kamu punya rasa cemas yang musti segera diatasi. 

Kita mulai saja masuk pada cara mengatasi rasa cemas yang menjangkit diri kita sendiri.

Rasa cemas dan khawatir kerap dirasakan banyak orang selama pandemi Covid-19 (DOK. KREDIVO)
Rasa cemas dan khawatir kerap dirasakan banyak orang selama pandemi Covid-19 (DOK. KREDIVO)
Pertama, tenteramkan hati dan pikiran
Melihat tayangan berita di televisi, membuka portal berita online di gadget, mendengarkan warta di radio, dan membaca spanduk serta baliho di jalanan ibu kota, semuanya satu topik, yaitu masalah Covid-19. 

Mulai dari pencegahan penularan Covid-19, update korban Covid-19 yang semakin hari semakin meroket, larangan dari pemerintah, hingga kewajiban pakai double masker.

Informasi dan pengetahuan demikian akan membuat diri kita tertekan, gelisah, panik, tidak tenang, hingga terus-menerus memikirkan dan memprediksikan kehidupan di masa mendatang. Ini semua mengindikasikan bahwa kita sedang cemas. 

Cemas berlebih akan menurunkan daya imunitas tubuh, sehingga kita mudah jatuh sakit, nafsu makan menurun, hidup tak bergairah, beban pikiran semakin menumpuk, dan paling parah terbesit pikiran "mending menyudahi perjalanan dunia ini".

Maka dari itu, langkah pertama dalam mengatasi rasa cemas adalah menenteramkan hati dan pikiran kita.

Bagaimana caranya? Dengan berusaha berpikir positif bahwa setiap musibah pasti ada akhirnya. Mungkin harapannya pandemi ini bisa berakhir satu bulan lagi atau jauh lebih cepat dari perkiraan kita.

Inilah cara mengatasi kecemasan selama pandemi di masa kritis, ilustrasi foto wanita yang menentramkan hati dan pikiran (foto dari pixabay.com)
Inilah cara mengatasi kecemasan selama pandemi di masa kritis, ilustrasi foto wanita yang menentramkan hati dan pikiran (foto dari pixabay.com)
Jangan menyalahkan orang lain. Misal kita terpapar Covid-19 karena sering nongkrong, maka jangan salahkan teman dan tempat nongkrong, juga jangan menyalahkan diri sendiri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun