Mohon tunggu...
Bany Samawy
Bany Samawy Mohon Tunggu... Berhubungan secara tidak wajar, dengan cara , apakah ada bantuan Khusus, sedangkan TNI saja dapat bantuan..
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Aquarius

Selanjutnya

Tutup

Transportasi

Sopir Dump Truk di Puncel Pati Mogok

15 Oktober 2020   10:57 Diperbarui: 15 Oktober 2020   11:10 5 0 0 Mohon Tunggu...

Untuk pembangunan , Pembangunan  Jembatan di Jl. Puncel - Tegalombo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati adalah dambaan dari semua warga Bratapos.com_ Pati_ 15/10-2020_ -ddf- Masyarakat khususnya bagi warga sekitar lokasi  Galian C dan  lalu lalang trug  mengaku terganggu dengan Debu jalanan akibat berjalannya Urug tanah ,, selain dapat menghindari banjir di saat musim penghujan, jembatan tersebut juga menjadi akses utama oleh warga dan menjadi penghubung antara  Kabupaten Pati dan  Kabupaten Jepara. 

dalam  hal tehnis pelaksanaannya justru berdampak pada mereka yang berprofesi sebagai Sopir dan penyedia   jasa angkut barang  atau Lokomotif. Pengemudi Trug DUM ini mogok dengan alasan ,  kendaraan pengangkut barang bermuatan tersebut harus berputar jauh, dan kurang lebih menjadi dua kali lipat, di bandingkan dengan jalan utama yang dirasa lebih dekat. 

Tak hanya  perkara itu di jalur alternatif yang terdapat rambu petunjuk jalan, juga dinilai tidak memberikan solusi oleh para pembawa kendaraan bermuatan barang ini, pasalnya di jalur alternatif, mereka ( truk pengangkut barang ) justru mendapatkan aksi protes oleh warga setempat lantaran dinilai bahwa jalan tersebut bukan seharusnya dilalui oleh kendaraan bermuatan barang karena jalur tersebut merupakan akses jalan poros  desa."

ddf- Kami hanyalah  wong cilik yang bergantung hidup dengan  jasa  mengemudi  kendaraan pengangkut  muatan  barang ini merasa bingung mas, kalau barang yang kami angkut dar  i Puncel dengan tujuan  Kembang  , Ketalit, jepara, bangsri , mbugel, sambungoyot  dan sekitranya yang membutuhkan jasa kami , tentu kami harus berputar arah lebih jauh jika mengikuti arah yang ada, misalnya jika saya ikuti arah ini, maka tembusnya di Kecamatan Cluak, sementara barang dari Desa Puncel dengan tujuan Kembang, selain itu jika saya minta tambah ongkos solar Rp 50 ribu mereka juga tidak akan mau mas ", singkat  kata   Suwardi salah satu sopir dump truk.

" Jika pekerjaan dalam pembangunan jembatan ini sampai beberapa bulan, lalu bagaimana dengan nasib kendaraan kami yang nganggur karena tidak ada job angkut barang atau bata, atau bahan baku bata merah, yang dimana di daerah sini banyak yang bekerja rumahan dengan membuat bata merah ", sambung supir dump truk lainnyaMenanggapi aksi para sopir   DUM tersebut , Kepala desa   Puncel, Sutiyono mengaku heran . Karenag tidak ada konformasi  koordinasi sebelumnya dengan pemerintah desa. 

Namun pihaknya mengaku sudah memberikan ijin untuk melintasi jalur alternatif yang melintasi wilayahnya. Yakni sebagian jalan menuju lahan Perhutani yang mengarah ke Desa  Tegalombo." Saya kaget, dan saya tidak tahu kalau ada pemblokiran jalan, namun sebagai solusi sementara, para sopir bisa melintasi sebagian lahan perhutani, yang mengarah ke Desa Tegalombo ", kata Kades Puncel.Sementara itu, Ketua Sekber  IPJT DPC Kabupaten Pati  Tugi eriyono  menyampaikan ,hingga dengan  saat  ini menanggapi : tentang aksi para supir dump truk siang itu, pihaknya mengatakan bahwa,  hanya Bisa berdoa saja , semoga permasalahan ini segera mendapat solusi yang terbaik bagi semua pihak adakan resolusi dengan baik baik .

"Semoga  kedepan , ada tindak lanjut dari para pihak, tentang jalur alternatif selama pembangunan jembatan ini berlangsung , sehingga para supir dump truk bisa kembali bekerja, untuk menafkahi keluarga mereka ", kata Ketua IPJ Pati ini Kepada Bratapos.Selain itu, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan pihak DPU Pati, untuk mencari solusi terbaik diantara para pihak." Semoga ada respon dan tanggapan dari instansi terkait, agar para pejuang nafkah keluarga bisa terus melanjutkan perjuanganya, apalagi dimasa Pandemi Covid-19 ini dampak yang dirasakan oleh kalangan bawah sangat terasa, jika para sopir berhenti bekerja, lalu keluarga mereka mau makan apa ", Pungkasnya ( Dkopresialis_ Brantasmedia pati)

VIDEO PILIHAN