Mohon tunggu...
Asep Wijaya
Asep Wijaya Mohon Tunggu... Jurnalis - Pengajar bahasa

Penikmat buku, film, dan perjalanan

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"A Star Is Born", Dua Sejoli di Persimpangan Cita dan Cinta

22 Oktober 2018   15:49 Diperbarui: 22 Oktober 2018   17:06 738
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Watch as I dive in

I'll never meet the ground

Crash through the surface

Where they can't hurt us

We're far from the shallow now 

Meski begitu, Jackson sama sekali tidak melarang Ally berkarier. Ia sangat mendukungnya, seperti saat ia menyeramahi Ally: 

Look, talent comes everywhere, but having something to say and a way to say it so that people listen to it, that's a whole other bag ... you just tell them what you want to say. 

Tetapi tetap, kini, cinta dan cita keduanya jadi taruhan. 

A Star Is Born tidak menawarkan formula penceritaan yang baru alias masih menggunakan model klasik cerita cinta dua sejoli: perkenalan, kebersamaan, dan perpisahan. 

Tapi film arahan sutradara debutan, Bradley Copper, ini menyimpan kekuatan pada diri para pemerannya, musik latar, dan sinematografi. Kekuatan yang mampu menarik penonton masuk ke dalam cerita. 

Simak saja nanti, bagaimana petikan dialog Jackson ini bakal terngiang terus di telinga kita: 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun