Mohon tunggu...
Bang Kemal
Bang Kemal Mohon Tunggu...

Acuan kerangka awal, pelajaran SD/SMP, berpancasila. Hehe...seorang awam yang mau belajar. Terima kasih Kompasiana, Terima kasih Netter se-Indonesia. Mari berbagi........... dalam rumah yang sehat dan SOLID.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kekasih atau Teman, Vien Bertanya

15 Januari 2012   10:27 Diperbarui: 25 Juni 2015   20:52 0 1 4 Mohon Tunggu...

Kapas putih rebah di tapak tangan tapi seribu nada sepi berakhir di tengah tembang kemenangan Kuntum-kuntum bunga penanda alam terikat dalam satu ikatan tapi seribu impian gugur bersama iringan syair-syair hayati kekalahan Tiadalah mampu rahasia-rahasia itu selalu bersemayam ketika badai tanya menutup pintu untuk keteduhan diri Vien berjalan menghampiri telaga di jeritan nyeri malam ketika misteri-misteri penguasa bermata api membungkam ketegaran janji Detik demi detik berlalu lepaskan samar sendu ayunan tari Vien takluk dengan lelahnya menahan satu demi satu titis air mata Ambillah, ambilah semua kiranaku yang ada di genggaman tangan ini agar wajahmu mampu lepaskan senyum ketulusan ketika dia memanggilmu mesra Tiadalah tersisa satu pun pujian dan kekukuhan sadar kalam menemani sekar mekar itu terjatuh ke tanah kelam bersama keniscayaan impian tanpa harapan Vien terhenti di sisi riakan bisu genangan air telaga sunyi apakah aku harus percayakan tanya ini sekali lagi di ambang pintu keraguan Telaga yang beningkan taburan bintang-bintang......... dengan rayuan pendar-pendar perak sang bulan telaga yang membawa biduk cinta kita.......... menyambat ikrar-ikrar jiwa keabadian kesemestaan alam telaga yang mengukir amarah cemburu membara di dada........... menjadi satu lingkaran ikatan sakral singgasana-singgasana langit malam talaga yang memadamkan kepalsuan-kepalsuan opera lama........ menjadi satu kepasrahan lembaran akhir naskah kasih sayang telaga yang memancarkan binar malu kunang-kunang........ bersujud di depan keagungan cahaya kesetiaan telaga yang diberkati untuk selama-lamanya.......... dengan air mata oliva syurga Alam adalah alam, janji adalah janji bibir Vien tergerak perlahan kini, "Kekasih atau teman artiku bagimu untuk selamanya?" Waktu adalah waktu, kenangan adalah kenangan bibir Vien tertutup kesangatan beban sunyi dalam kegentaran keakanan d i     h a d a p a n n y a ------------------------------------- Catatan : Hanya rekaan, sekadar berbagi rasa dengan puisi lama (diedit lagi). Salam santai di penghujung pekan. Sumber lirik : http://www.lyrics007.com/Abba%20Lyrics/The%20Winner%20Takes%20It%20All%20Lyrics.html Youtube : http://youtu.be/0sryOCnuj7c

KONTEN MENARIK LAINNYA
x