Mohon tunggu...
Suryani
Suryani Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Pernyataan saksi Jatuhnya Lion Air JT 610

15 November 2018   14:33 Diperbarui: 19 November 2018   12:58 0 0 0 Mohon Tunggu...

Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang ini membuat dari pihak keluarga panik, bahkan ada juga yang pingsan mendengar hal tersebut yang terjadi pada bulan Oktober lalu. Pesawat itu membawa sekitar 189 orang. Dari pernyataan saksi mata memberikan penuturan mengenai kesaksiannya melihat penampakan pesawat tersebut hingga mendengar suara ledakan.

Berikut  kesaksian yang Saya rangkum dari Kompas.com dan saluran Youtube Metrotvnews.

Pertama Kapten Tugboat dan Sabudi ( Nelayan )

  • Kapten Tugboat Rahmat Slamet

Rahmat juga menjadi saksi mata jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Rahmat mengaku mendengar suara ledakan setelah pesawat masuk ke air. "Kami dalam pelayaran pagi hari dari Tanjung Karawang menuju Marunda, posisi pesawat itu sudah jatuh jadi kelihatan seperti ekor pesawat masuk ke air," kata Rahmat Slamet .

"Habis itu air naik ke atas dan terdengar suara ledakan,Pesawat posisi masuk ke air kelihatan ekornya jadi kami lihat seperti itu," katanya. "Ledakan itu terjadi setelah (benda) yang kami duga sebagai pesawat itu masuk ke air," jelasnya. Namun Rahmat mengaku tidak melihat proses jatuhnya pesawat Lion Air. Pesawat berputar-putar dan menukik tajam.

  • Sabudi ( Nelayan )

Nelayan ini yang mengaku melihat langsung detik-detik pesawat itu jatuh. Di desa itu kerap mencari ikan etom atau udang. "Saya lihat, kapalnya berputar-putar lalu menukik tajam ke laut. Kalau ada yang nyebut ada suara, memang ada suara tapi itu suara saat si pesawatnya jatuh ke laut dan terdengar (seperti) suara ledakan," ujar Sabudi.

Ia mengaku keheranan melihat peristiwa itu dan sempat kembali menepi ke tepi pantai. Namun, saat ditepi pantai, ia melihat sudah banyak orang dan polisi.

Kedua Samin ( Nelayan )

Ia menuturkan tiba-tiba melihat pesawat dengan posisi miring melewati perahunya. "Saya sering lihat pesawat lewat sini. Tetapi yang ini posisi pesawatnya miring sampai sayapnya ke bawah," tutur Samin saat ditemui di rumahnya. Hanya saja, Samin tak sempat menyaksikan pesawat itu terjun ke laut. Karena, saat itu posisinya membelakangi lokasi terjunnya pesawat itu. Dia hanya mendengar suara keras seperti masuk ke laut kemudian meledak.

"Bunyinya keras sekali. Terus tiba-tiba perahu saya terdorong kencang oleh gelombang. Padahal saat itu cuaca tidak ada gelombang kencang," tuturnya. Samin menyaksikan ada asap hitam keluar dari dalam laut. Akan tetapi, lantaran takut, Samin meninggalkan lokasi jatuhnya pesawat, dan melanjutkan perjalanan ke titik lain untuk menjaring udang.

Ketiga Wahidin ( Nelayan )

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2