Mohon tunggu...
Bang Auky
Bang Auky Mohon Tunggu... Freelancer - KBC 54|Kompasianer Brebes Jateng| Golet Jeneng Disit Mengko Jenang Teka Dewek

Pariwisata adalah locomotif ekonomi baru dimana banyak gerbong yang mengikuti dari UMKM, Transportasi, Pemandu Wisata, Hotel dan Restoran, Seniman, Souvenir dan mitra-mitra pariwisata yang lain.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Angin Kumbang yang Dinanti Petani Bawang Merah

26 Juli 2022   21:40 Diperbarui: 26 Juli 2022   21:50 987
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Memasuki bulan Juli sampai Oktober di Kabupaten Brebes mulai berhembus "Angin Kumbang" yang dinanti para petani bawang merah. 

Gunung yang terletak di perbatasan wilayah Kecamatan Ketanggungan dan Salem mempunyai ketinggian 1.211 mdpl dan menjulang antara deretan Puncak Gunung Pojok Tilu dan Gunung Lio. 

Di sekitar Gunung Kumbang terdapat Gunung Sagara 1.109 mdpl, Gunung Puncak Tilu 1.129 dan Gunung Puncak Payung 845 mdpl. Gunung yang dianggap keramat karena memiliki banyak petilasan dikelilingi hutan lindung yang lebat. 

Sehingga dari sini mengalir dari hulu sungai-sungai seperti Sungai Cibentar, Sungai Cikumbang, Sungai Cibatu, Sungai Cikamuning, Sungai Cirambeng dan Sungai Ciseureuh. 

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Angin Kumbang yang bersifat kering sangat dingin menusuk tulang. Angin yang datang pada siang dan dini hari membuat kita menggigil kedinginan. 

Angin ini juga menyebabkan bibir kering dan kulit telapak kaki pecah-pecah. Walaupun begitu para petani sangat mendambakan angin ini karena sangat baik untuk tanaman bawang merah. 

Tanaman bawang merah tumbuh subur, batangnya kuat dan umbinya besar. Jika angin ini turun bertanda musim kemarau akan segera tiba. 

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Ada yang unik mengapa gunung ini dinamakan Gunung Kumbang. Menurut cerita yang beredar di masyarakat karena disini masih sering dijumpai macan kumbang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun