Mohon tunggu...
Bang Auky
Bang Auky Mohon Tunggu... Freelancer - KBC 54|Kompasianer Brebes Jateng| Golet Jeneng Disit Mengko Jenang Teka Dewek

Pariwisata adalah locomotif ekonomi baru dimana banyak gerbong yang mengikuti dari UMKM, Transportasi, Pemandu Wisata, Hotel dan Restoran, Seniman, Souvenir dan mitra-mitra pariwisata yang lain.

Selanjutnya

Tutup

Halo Lokal Pilihan

Rob Menerjang di Beberapa Desa Pesisir Pantura Brebes

3 Desember 2021   20:48 Diperbarui: 3 Desember 2021   21:41 103 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Sudah seminggu lebih beberapa desa di pesisir Pantura Brebes diterjang rob, yang menimbulkan banjir dan genangan air. Tercatat yang paling parah berada di kecamatan Brebes dan Losari seperti Prapag Kidul, Prapag Lor, Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan. Ketinggian genangan air ditiap desa ber beda-beda dari 10 cm - 80 cm. Kondisi seperti ini mengakibatkan kerugian seperti tambak yang luber sehingga bandeng dan udang banyak yang lepas. Begitu juga aktivitas masyarakat terganggu, banyak nelayan yang tidak berani melaut, siswa tidak masuk sekolah dan aktivitas lainnya. 

Dok. Pribadi              
            googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-712092287234656005-411');});
Dok. Pribadi googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-712092287234656005-411');});

Dalam setahun masyarakat yang tinggal di pesisir Pantura Brebes mengalami dua kali rob yaitu di bulan Juni dan Desember. Sehingga masyarakat sudah mengantisipasi kedatangan rob, namun kali ini rob datang lebih besar dan hujan turun dengan intensitas tinggi. Pemerintah Kabupaten Brebes melalui bupati dan instansi sudah berkunjung dan memberikan bantuan begitu juga dengan Baznas Kabupaten Brebes. 

Dok. Pribadi   
(function(d,a,b,l,e,_) {
if(d[b]&&d[b].q)return;d[b]=function(){(d[b].q=d[b].q||[]).push(arguments)};e=a.createElement(l);
e.async=1;e.charset='utf-8';e.src='//static.dable.io/dist/plugin.min.js';
_=a.getElementsByTagName(l)[0];_.parentNode.insertBefore(e,_);
})(window,document,'dable','script');
dable('setService', 'kompasiana.com');
dable('sendLogOnce');
dable('renderWidget', 'dablewidget_370Kq2ox');
Dok. Pribadi (function(d,a,b,l,e,_) { if(d[b]&&d[b].q)return;d[b]=function(){(d[b].q=d[b].q||[]).push(arguments)};e=a.createElement(l); e.async=1;e.charset='utf-8';e.src='//static.dable.io/dist/plugin.min.js'; _=a.getElementsByTagName(l)[0];_.parentNode.insertBefore(e,_); })(window,document,'dable','script'); dable('setService', 'kompasiana.com'); dable('sendLogOnce'); dable('renderWidget', 'dablewidget_370Kq2ox');

Bukan hanya bantuan yang masyarakat harapkan tetapi juga penanggulangan dan antisipasinya. Kejadian rutin tiap tahun seharusnya sudah bisa diantisipasi terkait dengan pencegahan. Tanggul panjang dibutuhkan untuk menahan rob, penanaman mangrove, perbaikan lingkungan dari hulu sampai hilir dan edukasi masyarakat tentang lingkungan hidup. Jangan sampai kerugian yang diderita masyarakat terus bertambah dan semakin menambah daftar kemiskinan ekstrem bertambah. 

(KBC-54|Kompasianer Brebes Jateng|) 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Halo Lokal Selengkapnya
Lihat Halo Lokal Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan