Mohon tunggu...
Band
Band Mohon Tunggu... Supir - Let There Be Love

(PPTBG) Pensiunan Penyanyi The Bee Gees

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Debi dan Buku Sastra

2 Juni 2021   16:00 Diperbarui: 2 Juni 2021   16:01 185
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Idih, brengsek amat ini cowok? Debi menggerutu dalam kalbu. Sok sastra banget!
"Ok! Thanks" Debi menukas. Wajahnya gemas dan ingin segera berlalu.
"Hei! Biarkan saya memberikan buku ini!" Lelaki itu berlari mengejarnya. Debi berhenti.
"Buku apa?"
"Ini kumpulan tulisanku. Jika kamu berkenan" Lelaki itu menyodorkan lembaran yang lebih mirip booklet. Debi menggapainya.
"Terima kasih!" Ucapnya sambil memperhatikan buku tipis ditangannya.
"Saya Rubin" pemuda itu memperkenalkan dirinya.
"Debi" Debi menyambut jabat tangannya.
"Jurusan mana?"
"TK"
Pria itu terlihat senyum. Debi berpikir anak ini keren juga. Dan Rubin berpikir perempuan di hadapannya cantik. Lalu mereka berpencar.

***

"Buku apa?" Kevin kepo melihat pacarnya membaca booklet.
"Sastra"
"Heh? Sejak kapan nona Debi suka puisi?"
"Bukan itu saja, ini berisi prosa juga kok" Debi membuka cepat halaman.
"Mmm.." Kevin tak hirau.

Kedua sejoli berpasangan itu kembali berjalan setelah menghabiskan jam kuliah mereka. Tapi Kevin ada kuliah rumah sakit.
"Aku ke rumah sakit, biar kamu ku antar dulu pulang" Kevin menjelaskan.
"Ntar aja Kev. Kamu pergi aja, aku nanti pulang sendiri"
"Oke kalo begitu. Ati-ati" Lalu Kevin menggapai sepeda motornya dan meninggalkan Debi yang memandanginya menjauh. 

Kevin yang baik dan cinta kepadanya semenjak pertama mereka berdua menginjak kaki di perguruan ini bersamaan. Mereka  berdua jatuh cinta pada pandangan pertama, dan merasa nyaman sampai sekarang.

Debi melangkahkan kaki menuju area perpustakaan yang berpohon rindang, mengambil tempat untuk duduk di kursi di bawah pepohonan yang sejuk tertiup sepoi angin. Dia membaca buku yang diberikan Rubin sang sastrawan, beberapa puisi hingga sampai pada satu cerita pendek yang menarik hatinya. Cerpen itu membuatnya terpukau seakan dia berada di dalamnya.

***

Dua bulan berlalu cepat, layaknya semester kuliah yang mesti dijalani. Dan selama itu pula Debi mengambil arah jalan yang melewati bangunan sastra, apapun tujuan ruang kuliahnya. Dan dia tak hendak melepasnya sehari pun. Debi merasa semakin terperangkap sastra di dalam jurusan teknik yang diambilnya. 

Rubin sang sastrawan kerap menemaninya untuk sekedar berbicara susastera, yang mulai digandrungi Debi. Dan dengan bertambahnya waktu, mereka saling memberi perhatian sehingga akhirnya udara merekapun menciptakan cinta. Debi dan Rubin mulai terikat satu sama lain.

"Kupikir, sebaiknya kita bicara kepada Kevin" Ucap Rubin pada suatu kesempatan di bawah pohon rindang. Debi yang bersender di bahunya hanya terdiam, sepertinya dia sedang terhanyut ke dalam buku silam yang diberikan Rubin pertama dulu, dan selalu berulang dibacanya.

"Deb!"
"Mmm.., aku sudah memberikan satu kopinya buat Kevin. Dia sangat menyukainya" Sahut Debi.
"Maksudmu?"
"Ini, buku sastra kamu.."Kata Debi mengangkat buku yang sudah agak kumal itu.
Rubin sang sastrawan terdiam menatap kekasihnya Debi, yang juga sudah menjadi kekasih Kevin anak kedokteran itu.
"Kupikir begitu, sayang. Besok saja kita bicarakan dengan Kevin" Kata Debi bangkit menggamit lengan Rubin manja dan mengajaknya pulang.
***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun