Mohon tunggu...
Band
Band Mohon Tunggu... Insinyur bekas

Kadang duduk duduk melamun di kompasiana kenapa

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Gisela dan Badut

8 Mei 2019   23:00 Diperbarui: 8 Mei 2019   23:41 0 7 0 Mohon Tunggu...
Gisela dan Badut
pixabay.com

Gisela menangis deras ketika memutuskan bercerai, hatinya lantak. Badut disampingnya turut melengkungkan bibir lebarnya kebawah. Gisela dan Badut yang biasa riang, hari ini bersedih hati.

"Aku pikir ini yang terbaik dari yang terburuk" kata Badut tanpa menatap Gis.

"Huu..."Gis membuyarkan isaknya

"Kamu boleh menangis dibahuku, Gis.."

"Huu.. Huu..."

"Perceraian memang selalu buruk.."

"Huu..Huu..Huu.."

"Perceraian itu seperti roller coaster. Meluncur tajam kebawah mengambil daya untuk menanjak kembali" badut menasehati.

"Baduut..." Gis masih mewek

"Cup..cup..cup.."

Gisela menangis panjang, sementara panggung telah membuka layarnya menyilakan pertunjukan tonil dan lagu pasangan "Gisela dan Badut".

Badut bijak menepuk pundaknya "The show must go on.."

Gisela menepis sembab kelopaknya sedang badut memasang hidung bundar merahnya. Segera mereka berlari kecil menjemput pentas warna warni. Penonton bertepuk tangan, utamanya anak anak tertawa terkekeh melihat badut lucu etok etok tersandung terhuyung.

Badut mengeluarkan bunga ditangannya lalu berbalik tiba tiba bunga menjadi kelinci unyu, Horee..! Gisela menari sambil bernyanyi suaranya merdu seperti buluh perindu, lagunya adalah,  aku adalah anak gembala selalu riang serta gembira..

Anak anak penikmat tertawa tawa ikut menirukan syair lagu dengan logat anak kecil merat merot bibirnya. Ruang pertunjukan semakin gempita.

"Ih, itu kan lagu Tasya?" "Iya, aku sukak", "Iyaa, kata mamaku itu lagu wajib anak anak" , " Iya, kan kita engga boleh nyanyi  orang gede", "Iyaa, tapi kamu tadi nyanyi dangdut kok?", "Nyanyi apa?", "Itu lagu sayang opo kowe krungu..?" , "Hi, hi, hi.." mereka bernyanyi sambil ngobrol bersautan. Maklumlah namanya juga anak anak, kadang kadang gimana orang tuanya juga.

Pertunjukan bertambah seru ketika atraksi badut naik sepeda roda satu dengan melakukan juggling, sementara Gisela menggoda dengan menaruh balon dilintasan roda sepeda. Lalu, dor! Balon meletus, badut etok etok terkejut dan jatuh tapi masih tetap berjugling ria dengan ketiga pentungannya. Penonton histeris tapi senang.

"Lucu, lucu!, Lagi. Lagi!" anak anak berteriak hepi sambil bertepuk.

Pertunjukan berlanjut ke atraksi selanjutnya yang semakin atraktif hingga tiba di penghujung aksi pamungkas, yaitu sang badut akan di tembakkan dari meriam sehingga mental tinggi keatas yang lalu akan bergelantungan di rangka langit langit gedung.

Penonton terlihat tegang menanti aksi mendebarkan ini. Badut bersiap siap masuk kedalam meriam sundut sedang Gisela terlihat menutupi mata dengan kedua tangannya, ngeri ih!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2