Mohon tunggu...
Bambang Setyawan
Bambang Setyawan Mohon Tunggu... Buruh - Bekerja sebagai buruh serabutan yang hidup bersahaja di Kota Salatiga

Bekerja sebagai buruh serabutan, yang hidup bersahaja di Kota Salatiga

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Bazar Pakaian Gratis di Kaki Gunung Telomoyo

17 Oktober 2021   19:47 Diperbarui: 20 Oktober 2021   21:31 666 17 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Begitu dibuka, warga mulai berdatangan (Foto: Bamset)

Hari ini, Minggu (17/10) Relawan Lintas Komunitas (Relintas) Kota Salatiga menggelar bazar pakaian layak pakai di Dusun Tanggulangin, Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Dalam kegiatan sosial yang diikuti sekitar 80 personil tersebut, sedikitnya 50 karung pakaian ludes. Berikut catatannya untuk Indonesia.

Aktivitas bazar pakaian layak pakai , sebenarnya digelar Relintas saban 3 bulan sekali. Namun, karena stock di basecamp telah memenuhi gudang, akhirnya di tahun 2021, Bambang Setyawan selaku penanggungjawab Relintas memutuskan agar bazar dilakukan tiap bulan sampai Desember mendatang.

Sehari sebelumnya dilakukan penyortiran (Foto: Bamset)
Sehari sebelumnya dilakukan penyortiran (Foto: Bamset)

Sehari sebelum bazar digelar, para relawan terlebih dulu melakukan penyortiran. Maklum, tak seluruh pakaian yang didonasikan layak pakai.

Sebab, terkadang ada donatur "nakal" yang mengirimkan pakaian rusak yang layak buang. Hasil sortir seharian, hampir 10 karung pakaian dinyatakan tidak layak pakai.

Bambang Setyawan yang biasa disampa Bamset, segera memutuskan 10 karung pakaian tak layak pakai untuk dimusnahkan.

Caranya, karena kebetulan basecamp Relintas memiliki halaman yang lumayan luas, maka pakaian-pakaian itu langsung dibakar. "Diberikan ke duafa juga ga layak, agar tak menimbulkan masalah, ya dibakar saja," kata Bamset.

Sementara 10 karung dimusnahkan, relawan lain melakukan packing. Hampir 50 karung pakaian yang dinyatakan layak pakai, dimasukkan ke dalam karung, siap didistribusikan. 

Rencananya, ke 50 karung tersebut akan dibagi menjadi 3 titik yang ada di kawasan Dusun Tanggulangin. 

"Pembagian menjadi 3 titik dilakukan agar tak terjadi kerumunan warga, bagaimana pun juga, kami tetap mengantisipasi penyebaran Covid-19," kata Bamset sembari menambahkan Dusun Tanggulangin angka Covid-19 sampai sekarang nol.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan