Mohon tunggu...
Bambang Trim
Bambang Trim Mohon Tunggu... Pendiri Institut Penulis Indonesia

Tukang buku keliling ini telah lebih dari 25 tahun berada di jagat perbukuan sebagai penulis dan editor. Ia pernah memimpin beberapa penerbit nasional. Kini memimpin Penpro (Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia) dan LSP Penulis & Editor Profesional. Suatu saat ia ingin mendirikan perguruan tinggi penulisan-penerbitan.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Tentang Ragangan Menulis Buku

3 April 2020   08:53 Diperbarui: 3 April 2020   19:20 388 18 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tentang Ragangan Menulis Buku
Sumber: tought-catalog/Unsplash

Salah satu kegiatan produktif yang dapat Anda lakukan saat "berdiam" di rumah adalah menulis. Menulis buku pilihan yang pas untuk waktu yang banyak dan Anda sudah mendambakannya sejak lama---terutama bagi Anda yang belum menulis buku. Paling tidak proses menggagas buku yang disebut proses pratulis dapat Anda lakukan untuk mengisi waktu. Karena itu, saya mengangkat topik ragangan di dalam artikel ini. 

Kata 'ragangan' sudah jarang digunakan dalam konteks pemelajaran menulis. Ragangan mengandung makna kerangka karangan atau dalam bahasa Inggris disebut outline. Dalam kaitan menulis buku, menyusun ragangan hampir pasti tak dapat dihindarkan.

Saya menyebut dua kebiasaan orang menulis yaitu RDK dan RAK. Apa itu?

RDK adalah ragangan di dalam kepala. Artinya, seseorang dapat menulis dengan mengandalkan kerangka tulisan di dalam benaknya saja. Saya biasa melakukan ini untuk tulisan pendek semacam artikel. Jadi, saya tidak merencanakan ragangan di atas kertas dengan melakukan coretan pada buram atau membuat peta benak (mind map).

Satu lagi RAK adalah ragangan di atas kertas. Saya selalu membuat RAK ketika hendak menulis buku nonfiksi karena harus menggunakan pola. Pola di dalam penulisan buku nonfiksi ada yang disebut pola hierarkis/tahapan, pola prosedural/proses, pola klaster/kelompok, dan pola campuran.

Bagaimana dengan buku fiksi seperti novel? Saya teringat dengan ujaran Tom Clancy, penulis novel bergenre techno-thriller asal Amerika. Ia berujar, "Saya menulis novel sebagaimana Anda membacanya."

Jadi, Clancy menulis seperti air mengalir tanpa ia tahu bagaimana akhir ceritanya. Ia membangun plot secara bersamaan saat menulis. Saya pun ketika menulis novel anak berlaku seperti Clancy. Namun, kerangka awal cerita sudah ada di benak saya.

Tema dan Topik

Kembali ke soal RAK maka seorang penulis akan berurusan dengan yang namanya tema dan topik. Banyak orang yang tidak dapat membedakan tema dan topik.

Tema di dalam KBBI diberi makna seperti ini: pokok pikiran; dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, menggubah sajak, dan sebagainya). Adapun topik diberi makna begini: pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dan sebagainya; bahan diskusi.

Memang terlihat sama ketika tema disebut pokok pikiran, sedangkan topik disebut pokok pembicaraan. Ini betul membingungkan. Namun, saya ingin membedakan bahwa tema adalah gambaran umum pokok pikiran dalam karangan dan topik adalah gambaran khusus pokok pikiran.

Profesor Mortimer Adler pernah mengungkap sebuah penelitian bahwa sepanjang hidupnya manusia telah menghasilkan 1.800 ide. Bersama timnya, Prof. Adler kembali memeras ide itu menjadi hanya 64 ide. Ke-64 ide itu boleh disebut tema yang umumnya terdiri atas satu kata, seperti binatang, kesenian, peradaban, dan emosi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN