Mohon tunggu...
Bambang Trim
Bambang Trim Mohon Tunggu... Pendiri Institut Penulis Indonesia

Tukang buku keliling ini telah lebih dari 25 tahun berada di jagat perbukuan sebagai penulis dan editor. Ia pernah memimpin beberapa penerbit nasional. Kini memimpin Penpro (Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia) dan LSP Penulis & Editor Profesional. Suatu saat ia ingin mendirikan perguruan tinggi penulisan-penerbitan.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Artikel Utama

Mengapa Paragraf Pertama Tidak Diset Menjorok

28 November 2019   08:00 Diperbarui: 28 November 2019   13:31 0 11 4 Mohon Tunggu...
Mengapa Paragraf Pertama Tidak Diset Menjorok
Sumber: SP Book Design

Jika Anda sangat akrab dengan soal paragraf/alinea, Anda pasti dapat mengenali format paragraf yang digunakan di Kompasiana ini. Kompasiana menggunakan paragraf berformat blok rata kiri dan tidak rata kanan. Pada paragraf format blok, perpindahan paragraf ditandai dengan spasi antarparagraf.

Saat membaca tulisan, pembaca dapat mengenali perpindahan pokok pikiran teks melalui paragraf/alinea. Secara teori yang dipelajari sejak di sekolah dasar, kita mengetahui bahwa paragraf terdiri atas hanya satu pokok pikiran/topik. Hal ini ditandai adanya satu kalimat utama atau kalimat topik.

Selanjutnya, kalimat utama dibantu penjelasannya dengan kalimat penjelas. Itu sebabnya satu paragraf lazimnya memiliki sekurang-kurangnya dua kalimat yaitu satu kalimat utama dan satu kalimat penjelas. Para editor yang sudah mafhum dengan teori ini pasti mengedit paragraf yang hanya terdapat satu kalimat.

Namun, hal ini tidak berlaku untuk dialog atau kalimat langsung dalam percakapan. Satu kalimat percakapan dianggap sebagai satu paragraf/alinea dari setiap pembicara. Walaupun demikian, masih ada penulis yang tidak memahaminya sehingga kalimat-kalimat dialog/percakapan dari dua orang berbeda dijadikan satu paragraf.

Cara mengetikkan paragraf dan perpindahannya pun lazim menggunakan dua format. Pertama disebut format blok, yaitu perpindahan paragraf ditandai spasi yang lebih besar antarpagraf daripada spasi antarbaris kalimat. Hal ini yang berlaku pada Kompasiana.

Contoh Paragraf Blok (Sumber: Little Book Factory)
Contoh Paragraf Blok (Sumber: Little Book Factory)
Kedua, disebut format indent atau menjorok (bertakuk). Setiap perpindahan paragraf ditandai dengan kalimat awal yang menjorok 5 atau 7 karakter. Namun, penjorokan (rada aneh bentuk ini) atau penakukan tidak berlaku pada paragraf pertama.

Mengapa? Soalnya pembaca sudah dapat menandai paragraf pertama sebagai paragraf tanpa perlu dijorokkan (ini juga aneh, hehehe). Sebagai penggantinya, sering digunakan variasi yang disebut drop capital yaitu huruf awal diset kapital dan lebih besar antara 2-3 baris.

Contoh Paragraf Bertakuk (Sumber: chinooktype.com)
Contoh Paragraf Bertakuk (Sumber: chinooktype.com)
Drop capital hanya berlaku untuk kalimat awal pada setiap awal tulisan atau awal bab buku. Penggunaan drop capital memang dapat menambah estetika desain tulisan. Namun, tidak mutlak harus dilakukan. Aplikasi semacam Word dan In-Design memberi fitur drop cap ini apabila ingin digunakan.

Ketika memulai paragraf baru setelah judul subbab atau sub-subbab, paragraf pertama kembali rata kiri tanpa takuk. Lalu, paragraf kedua dan seterusnya baru dapat diset menjorok atau bertakuk.

Satu hal lagi apabila Anda mengeset paragraf/alinea dalam format indent/bertakuk, setiap perpindahan paragraf tidak perlu ditambahkan spasi antarparagraf. Jika alasannya menjadi sulit dibaca, ya gunakan saja format paragraf blok.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN