Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... Dosen - Bams sedang berusaha untuk menayangkan: SEMBILAN rincian PUISI tentang MEMILIH PENGUASA, SEKELEBAT CERPEN: Bertemu dengan DIRI SENDIRI (2), dan SEKELEBAT CERPEN: Pada Awalnya BEJO (13). Semoga bermanfaat. πŸ™πŸ™

========================================== Bambang Syairudin (Bams), ITS Surabaya. ========================================== Semua tentang Kesederhanaan PUISI dan CERPEN ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Fibonacci Puisi: Sabar Menunggu Tidak Sabar pun Menunggu

12 September 2023   01:00 Diperbarui: 12 September 2023   01:07 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

Fibonacci Puisi: Sabar Menunggu Tidak Sabarpun Menunggu

sabar menunggu tidak sabarpun menunggu
daripada gundah ragu
baiknya sabar
selalu

di dalam penantian di waktu menunggu
pergunakanlah waktumu
untuk berdzikir
di kalbu

ketika yang ditunggu tak kunjung bertemu
semoga di lain waktu
kesabaranmu
bertemu

(sabar menunggu tidak sabarpun menunggu, 2023)

Puisi ketujuh dari sembilan rincian judul puisi tentang Sabar, khususnya tentang Sabar Menunggu Tidak Sabarpun Menunggu. Semoga bermanfaat.

Catatan:
Bait pertama sampai dengan bait ketiga, terdiri dari empat baris.
Setiap barisnya tersusun dari jumlah suku kata (jumlah ketukan) yang mengikuti deret bilangan fibonacci: 13, 8, 5, 3.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun