Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... Dosen - Bams sedang berusaha untuk menayangkan: SEMBILAN rincian PUISI tentang MEMILIH PENGUASA, SEKELEBAT CERPEN: Bertemu dengan DIRI SENDIRI (2), dan SEKELEBAT CERPEN: Pada Awalnya BEJO (13). Semoga bermanfaat. πŸ™πŸ™

========================================== Bambang Syairudin (Bams), ITS Surabaya. ========================================== Semua tentang Kesederhanaan PUISI dan CERPEN ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Fibonacci Puisi: Tidak Membiarkan Cahya Cintanya Padam

4 Agustus 2023   01:00 Diperbarui: 4 Agustus 2023   01:09 148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin) 

Fibonacci Puisi: Tidak Membiarkan Cahya Cintanya Padam

tidak membiarkan cahya cintanya padam
tak menyinari ke dalam
setiap ruang
tak terang

jika dibiarkan cahya cintanya padam
sungguh gulita mencekam
dan mengaburkan
tujuan

(tidak membiarkan cahya cintanya padam, 2023)

Puisi kedua dari sembilan rincian judul puisi tentang Tidak, khususnya tentang Tidak Membiarkan Cahya Cintanya Padam. Semoga bermanfaat.

Catatan:
Bait pertama dan bait kedua, terdiri dari empat baris.
Setiap barisnya tersusun dari jumlah suku kata (jumlah ketukan) yang mengikuti deret bilangan fibonacci: 13, 8, 5, 3.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun