Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... Dosen - Bams sedang berikhtiar untuk menayangkan: SEMBILAN rincian PUISI tentang TERPILIH, SEKELEBAT CERPEN: Bertemu dengan DIRI SENDIRI (3), dan SEKELEBAT CERPEN: Pada Awalnya BEJO (14). Semoga bermanfaat. πŸ™πŸ™

========================================== Bambang Syairudin (Bams), ITS Surabaya. ========================================== Semua tentang Kesederhanaan PUISI dan CERPEN ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Fibonacci Puisi: Tidak Mencela yang Mencela

22 Mei 2023   14:00 Diperbarui: 22 Mei 2023   13:58 89
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin) 

Fibonacci Puisi: Tidak Mencela yang Mencela

bertahanlah tidak mencela yang mencela
jangan balas celaannya
pelajarilah
isinya

cermatilah isi dari kata-katanya
dan cara mengungkapkannya
semoga ada
hikmahnya

tentu ada alasannya ia mencela
apakah ia tak suka
ataukah ia
terluka

(tidak mencela yang mencela, 2023)

Puisi kesembilan dari sembilan rincian judul puisi tentang Tidak Mencela, khususnya tentang Tidak Mencela yang Mencela. Semoga bermanfaat.

Catatan:
Bait pertama sampai dengan bait ketiga semuanya terdiri dari empat baris.
Setiap barisnya tersusun dari jumlah suku kata (jumlah ketukan) yang mengikuti deret bilangan fibonacci: 13, 8, 5, 3.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun