Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... Dosen - Bams sedang berikhtiar untuk menayangkan SATU per SATU PUISI dari EMPAT rincian PUISI tentang BARANGKALI. Setelah EMPAT rincian PUISI ini selesai, berikutnya adalah tayangan Puisi | Rencana Merinci Terima Kasih.

========================================== Bambang Syairudin (Bams), Dosen ITS. ========================================== Bams sedang berikhtiar untuk menayangkan SATU per SATU PUISI dari EMPAT rincian PUISI tentang BARANGKALI. Setelah EMPAT rincian PUISI ini selesai, berikutnya adalah tayangan Puisi | Rencana Merinci Terima Kasih. ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Rencana Merinci Sembilan Pembelajaran Puisi

4 April 2022   01:00 Diperbarui: 4 April 2022   01:11 121 40 9
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

Puisi | Rencana Merinci Sembilan Pembelajaran Puisi

merinci pembelajaran puisi dengan kata kunci
kata kunci penghalus hati beserta budi pekerti
membuang tajam siku-siku yang bisa melukai
dan singgungan kata-kata kerasnya perangai

pembelajaran puisi yang diberikan sejak dini
akan membentuk sikap perilaku kelak nanti
bertuturnya santun dan tidak mudah benci
suka bersahabat dan menyenangi damai

pembelajaran puisi bagi usia tidak dini
belumlah terlambat jika mau menjalani
daripada tidak mengalami sama sekali
atau terus enggan untuk mengawali

pembelajaran puisi yang akan dirinci
berupa sembilan judul puisi berikut ini

belajar memegangi puisi
belajar menata arah kata puisi
belajar menghemat kalimat puisi
belajar menerangi bayangan puisi
belajar menenggang rasa puisi

belajar merawat bingkai puisi
belajar menegakkan puisi
belajar menghidupi puisi
belajar mendidik puisi

(merinci sembilan pembelajaran puisi, 2022)

Puisi sederhana tentang rencana merinci sembilan pembelajaran puisi yang akan dilahirkan menjadi sembilan puisi. Semoga bermanfaat.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan