Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... Dosen - Bams, nilai AU-nya masih NOL, bukti BELUM APIK. ©

========================================== Bams, mengajar di Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI), Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.; dan di Program Magister Manajemen Teknologi (MMT), Departemen Manajemen Teknologi (DMT), Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital, ITS, Surabaya. Pernah BELAJAR di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung. Pernah BELAJAR di Asian Institute of Technology (AIT), Bangkok. ========================================== Bams, nilai AU-nya masih NOL, bukti BELUM APIK. ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Monolog 11: Menuntut Ilmu

5 Juni 2021   19:00 Diperbarui: 5 Juni 2021   19:01 51 13 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Monolog 11: Menuntut Ilmu
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

Monolog 11: Menuntut Ilmu

Didalam menuntut ilmu, engkau tidak harus pandang bulu. Ada sumber ilmu dari dalam dirimu. Untuk mendapatkannya, kadang engkau harus berguru pada orang lain, pada alam, pada yang baik, dan pada yang jahat. Janganlah engkau pilih kasih, atau pilih-pilih, karena hakekat ilmu adalah semua. Baik buruk ilmu tergantung kepada kesadaranmu sendiri, anakku. Bukan pada dari mana ilmu itu engkau peroleh, tapi dari mana dirimu engkau tempatkan: pada kesadaranmukah atau pada hakekat perjumpaanmu.

Jika engkau berhasil, sumber dari luar itu akan mengalir pada dirimu, yang pada hakekatnya adalah sumber dari dalam dirimu yang mengaliri kemanfaatan pada alam. Hakekat ilmu adalah memberi.

Anakku, Fia, tuntutlah ilmu dunia (ilmu kesadaran) dan ilmu akhirat (ilmu perjumpaan) setinggi-tingginya. Jangan dengan meminta, engkau menuntut ilmu, melainkan dengan memberi. Hakekat memberi adalah menyerahkan diri pada kemanfaatan kesadaranmu dan perjumpaanmu. Dan hakekat manfaat adalah engkau berguna bagi orang lain, bagi alam sekeliling, dan bagi sumber hidupmu.

Hakekat ilmu bukanlah garis, atau lingkaran, tapi hakekat ilmu adalah perjumpaan itu sendiri, tiada awal dan tiada akhir. Engkau bisa maju tanpa ujung, atau mundur tanpa pernah sampai ke pangkal; kau bisa menuju ke makro tanpa ada batas luar, dan kau bisa pula menuju ke dalam mikro tanpa bisa pernah bertemu nukleusnya.

Anakku, ketahuilah bahwa energi kesadaranmu tidak akan cukup melingkupi hakekat ilmu, oleh karena itu, wahai anakku, pergunakanlah energi perjumpaanmu. Karena dengannya engkau akan menjadi hakekat ilmu sendiri.
Anakku, Filasafia Marsya Ma'rifat, ayah cukupkan dulu penyampaian isi wasiat ayahmu ini, dan tentunya engkau akan butuh waktu untuk mencernanya. Kelak kalau ayahmu sudah tiada, sekali-sekali tengoklah isi wasiat ini, bacalah kembali, sebagai bentuk ziarahmu kepada ayah.

Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan