Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... BAMS, lebih senang DIAJARI oleh PUISI daripada DIAJARI oleh SAJAK; kalau puisi ngajarinya serius sekali, sedangkan dengan sajak malah diajak tertawa terbahak-bahak ngakak! Ā©

========================================== BAMS, hidup dan mencari NAFKAH sebagai Dosen di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Pernah BELAJAR di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung. BAMS, lebih senang DIAJARI oleh PUISI daripada DIAJARI oleh SAJAK; kalau puisi ngajarinya serius sekali, sedangkan dengan sajak malah diajak tertawa terbahak-bahak ngakak! ========================================== KEPADA SEMUA TEMAN, yang telah memberikan KERAMAHAN KOMEN dan PENILAIAN, saya mengucapkan SANGAT BERTERIMAKASIH. šŸ™šŸ¤šŸ™ ========================================== KEPADA ADMIN KOMPASIANA, yang telah dengan SANGAT BAIK dalam MENGELOLA dan menyediakan TEMPAT BERBAGI LITERASI, saya mengucapkan SALAM SALUT dan SANGAT BERTERIMAKASIH. šŸ™šŸ¤šŸ™ ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Tradisi Santun

26 April 2021   22:05 Diperbarui: 26 April 2021   22:38 28 10 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tradisi Santun
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

(tradisi santun)

sulit memang mengatakan apa adanya atau
menuliskannya tanpa mendistorsi ekspresinya
tidak semua daun telinga mampu mendengarnya
tanpa kecut hati jika berada di tengah komunitas
yang pilihan bahasanya sarwa tidak santun

jarang kita temui suatu sikap pemakluman
kepada para pendobrak tradisi kesantunan
dalam karya sastra
umumnya lebih baik menikmati basa basi
dari pada menodai tatanan sistem nilai
yang sudah mendarahdaging di diri

idealnya suatu fakta cerita didudukkan
pada bingkai budaya yang berkembang
lengkap seimbang dengan
kandungan jahiliyahnya
karena fakta umumnya tidak suci
dari dikotomi baik buruk benar salah
indah jelek santun dan tidak santun

sudah banyak bukti tentang reaksi emosianalĀ 
tepatnya reaksi kemarahan kita ketika menanggapiĀ 
obyek karya yang secara maksimal tidak santun atauĀ 
menodai keyakinan kita
kalau dibenamĀ 

hanya akan menenggelamkan sementara
fakta dan datanya tetap sembunyi hibernasiĀ 

yang suatu saat akan bangkit lagiĀ dalam jumlahĀ 
dan densiti yang besar sekali

lantas akan digiring kemana cerpen dilema cahaya nanti
tetap mengikuti tradisi santun atau tidak?
entah

Ā 

VIDEO PILIHAN