Mohon tunggu...
Bambang Pratama
Bambang Pratama Mohon Tunggu... Menulis sebagai sarana menyalurkan pengetahuan.

Pendidikan itu penting. PBI Pasca Uhamka

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pendekatan Objektivisme, Behaviorisme, dan Kognitivisme dalam Pembelajaran di Kelas

6 Mei 2021   07:00 Diperbarui: 6 Mei 2021   07:46 114 1 0 Mohon Tunggu...

Pendekatan Objektivisme

Adalah paham atau aliran yang mana segala sesuatu diterima secara objektif. Objektivisme adalah sebuah pandangan yang menekankan bahwa pokok-pokok pengetahuan dari sederhana sampai dengan teori yang kompleks mempunyai sifat dan ciri yang melampaui keyakinan dan kesadaran individu yang memikirkannya. Dalam pandangan objektivisme, pengetahuan merupakan sesuatu yang diutamakan pada seperangkat ciri – ciri permasalahan tertentu yang berada diluar fikiran setiap individu yang keberadaannya tidak ada hubungannya dengan sikap, keyakinan, atau keadaan subjektif lainnya.

Dalam proses mengajar, pendekatan objektive sangat tepat untuk diterapkan dimana seorang guru yang mengajar harus menguasai pokok materi atau pembahasan yang akan diajarkan yang terdiri dari fakta, rumus, terminologi, prinsip, teori dan lainnya yang berhubungan dengan pengusaan materi tersebut. Penyampaian materinya harus informatif, teratur dan jelas. 

Dari pendekatan ini siswa bertanggung jawab untuk mampu memahami dan dapat menambah pengetahuannya. Guru yang menerapka pendekatan objektive harus mampu mengontrol apa dan bagaimana siswa belajar, memilih apa yang penting untuk dipelajari, urutan, kegiatan belajar, dan bagaimana peserta didik dinilai.

Kesimpulannya, pendekatan Objektivisme merupakan teori pembelajaran dimana gurunya mengajarkan secara netral dan menyeluruh. Guru tidak sebagai peneliti. Guru akan menjelaskan semua materi kepada siswa tanpa mengemati siswa resebut terlebih dahulu, apakah latar belakang siswanya, bagaimana semangat dan antusias siswa dalam belajar. Dan konsekuensinya siswa harus mampu memahami dan mengerti apa yang disampaikan guru.

Pendekatan Behaviorisme

Behaviourisme adalah gagasan bahwa respons perilaku tertentu dikaitkan secara mekanistik dan invarian dengan rangsangan tertentu. Dengan demikian stimulus tertentu akan menimbulkan respon tertentu. Behaviorisme adalah teori pembelajaran yang memakai rumus ransangan dan tanggapan. Pendekatan ini lebih mementingkan repon yang dihasilkan. Sedangkan prosesnya tidak terlalu penting.

Implikasi behaviorisme dalam proses pembelajaran adalah seorang guru selaku pengajar diibaratkan dengan seorang peneliti yang meneliti objeknya yaitu siswa. Dimana seorang peneliti harus bersikap netral,bebas kepentingan, dan instrumental terhadap objeknya.

Penulis menambil contoh dalam pembelajaran Bahasa Arab dan PAI tingkat SMA dengan menggunakan pendekatan behaviorisme, dimana ketika guru menjelaskan apa saja kaidah bahasa arab misalnya, apa saja ruang lingkup pembelajaran PAI, guru akan mengamati terlebih dahulu bagaimana latar belakang pendidikan siswanya, apakah siswanya berasal dari pesantren atau sekolah agama ataukah sekolah umum lainnya, kemudian antusias dan rasa ingin tahu dari setiap siswa. Ditahap ini materi/pembahasan pembelajaran akan diberikan sebagai bentuk rangsangan dari guru terhadap muridnya. Guru akan menjelaskan apa saja ruanglingkup yang membahas pelajaran PAI dan mencontohkan cara pengucapan kalimat dalam pembelajaran B. Arab. Sebab-akibat dalam pengajaran akan didapat sebagai hasil.

Kesimpulannya, teori behaviorisme ini menggunakan rumus stimulus e respon e (ransangan dan hasil) dalam mengetahui tingkat kemampuan setiap siswa.

Pendekatan Kognitivisme

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN