Mohon tunggu...
Bambang Suwarno
Bambang Suwarno Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Mencintai Tuhan & sesama. Salah satunya lewat untaian kata-kata.

Pendeta Gereja Baptis Indonesia - Palangkaraya Alamat Rumah: Jl. Raden Saleh III /02, Palangkaraya No. HP = 081349180040

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Lola Sama Lola, Why Not?

13 April 2021   11:09 Diperbarui: 13 April 2021   12:00 462
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

***

Selepas menghadiri resepsi perkawinannya Dwiki dan Desi, Matius mengajakku ke sebuah kedai kopi. Ia mengajakku ngopi sambil ngobrol-ngobrol santai di hari libur ini. Seperti mobil, hidup tak harus 'tancap gas' terus, katanya. Relaksasi batin seperti ini harus dilakukan juga. Tak perlu yang mahal-mahal. Yang penting ada kenyamanan dan gairah yang ditimbulkannya.

"Teman-teman kita, satu persatu sudah menikah. Kamu sendiri kapan?" tanyaku.

"Nunggu kelarnya kuliah Rasti?"

"Kudengar dia sudah mau kauajak ke gereja ya?"

"Bener! Malah ia sudah ikut Kelas Persiapan Baptisan. Dua bulan lagi, Rasti akan dibaptis." Jawabnya bangga.

"Wah bagus banget itu! Tapi ngomong-ngomong  apa sudah diijinin oleh kedua ortunya?"

"Babenya kan sudah meninggal setahun yang lalu? Setelah itu, aku baru jadian sama Rasti.  Dan ketika minta ijin untuk mengajaknya ke gereja, emaknya mengijininya."

"Lebih bagus lagi, kalau Emaknya mau juga ke gereja. Sebenernya, sekarang ini sedang terjadi kehausan spiritual global. Dunia sudah capek terhadap hipokritisme, kepalsuan, kejahatan, kebencian dan pertikaian. Dunia damba banget akan kasih sejati dari Tuhan sejati."

"Rencanaku pas pembaptisannya Rasti, Emaknya akan kumohon untuk mendampinginya ke gereja. Doain ya Bro!"  pinta Matius.

"Really, that's a great idea! Pasti akan kudukung dalam doa!" janjiku bergairah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun