Mohon tunggu...
Bambang Laskito
Bambang Laskito Mohon Tunggu... Profil Pribadi

Bekerja sebagai SEO Specialist & Digital Marketing, Hobi otomotif, olahraga, teknologi, dan humor serta games.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Pengertian "Customer Equity" dan "Customer Lifetime Value"

7 Desember 2018   08:51 Diperbarui: 7 Desember 2018   09:32 0 0 0 Mohon Tunggu...
Pengertian "Customer Equity" dan "Customer Lifetime Value"
marketing91.com

Pengertian Customer Equity dan Customer Lifetime Value

Customer Equity adalah hasil dari manajemen hubungan pelanggan (CRM) dengan menggunakan Aplikasi CRM. Customer Equity adalah total nilai masa pakai di bagi seluruh jumlah pelanggan perusahaan. Dalam istilah awam, semakin loyal pelanggan, semakin banyak pula Customer Equity.

Perusahaan seperti Barantum, Apple, Facebook memiliki ekuitas pelanggan yang sangat tinggi dan itulah sebabnya mereka memiliki keunggulan kompetitif yang luar biasa dan berkelanjutan.

Customer Equity terdiri dari tiga komponen. Value Equity, Brand Equity, dan Relationship Equity.

  1. Ekuitas Nilai / Value Equity 

    Salah satu istilah umum yang digunakan dalam pemasaran adalah "Value for Money" juga dikenal sebagai "VFM". Jadi Value Equity adalah penilaian pelanggan berdasarkan pada penawaran, harga dan kenyamanannya.

    Perusahaan memiliki ekuitas bernilai tinggi karena mempunyai produk yang "value for money". Iphone keluaran Apple dan Samsung adalah smartphone yang banyak di jual di mall, mereka dianggap sebagai pemimpin dalam industri smartphone dan orang-orang banyak yang rela untuk mendapatkan produk tersebut walau dengan penuh perjuangan. Jadi, bahkan Apple dan Samsung memiliki nilai ekuitas. Nilai ekuitas sangat penting di pasar Industri terutama karena pelanggan B2B sangat sadar akan kenyamanan dan parameter harga untuk produk-produk berbiaya tinggi.
  2. Ekuitas Merek / Brand Equity

    Pizza normal mungkin berharga sekitar 35.000 rupiah. Tapi pizza yang dari Pizza hut lain cerita, Kamu bahkan siap untuk membayar lebih mahal tanpa harus datang ke toko dan melihat pizzanya secara fisik.. Ini bisa terjadi karena persepsi dan inilah yang memainkan peran penting dalam mendefinisikan ekuitas merek. Ekuitas merek adalah penilaian subyektif dan tidak berwujud. Intinya, karena melihat brand atau mereknya, pelanggan siap membayar lebih mahal hanya karena kepercayaannya pada merek. Alat-alat yang digunakan dalam mengembangkan ekuitas merek terutama mencakup periklanan, hubungan masyarakat, dan pendekatan holistik keseluruhan. Ekuitas merek sangat penting di pasar konsumen.
  3. Ekuitas Hubungan / Relationship Equity

    Ekuitas Hubungan atau Relationship Equity ialah apa yang membuat pelanggan tetap kembali kepada merek yang disukai daripada beralih ke yang lain. Namun, Ekuitas hubungan sejati terjadi ketika pelanggan siap untuk tetap loyal dengan merek, padahal merek tersebut mengabaikan program loyalitas, program pengenalan khusus, dan semua program lainnya. Contoh perusahaan yang sangat baik dengan kemungkinan ekuitas hubungan tertinggi saat ini adalah Harley Davidson.

    Ekuitas Hubungan tercipta pada perusahaan yang baik dalam menjaga hubungan dengan pelanggan seperti kalau contohnya di Indonesia yaitu Barantum. Seiring meningkatnya pertumbuhan Industri CRM Indonesia . Banyak Perusahaan yang mengimplementasikan Barantum CRM pada perusahaannya atau bisnisnya yang lain sebab Barantum mampu menjaga Nilai Ekuitas Hubungan yang sangat tinggi terhadap pelanggannya dan karena itu pelanggan terus kembali untuk membeli produk kami atau mengkonsultasikan permasalahan bisnisnya dan menerima solusi terbaik dari kami.

Customer Lifetime Value

Definisinya dalam bahasa Indonesia ialah Nilai Umur Pelanggan atau CLTV merupakan nilai bisnis yang dikaitkan dengan pelanggan selama seluruh periode waktu lamanya menjadi pelanggan sebuah perusahaan.

Keterangan : CLTV adalah nilai yang disumbangkan pelanggan untuk bisnis Anda selama dia menjadi pelanggan bagi perusahaan Anda. Ini adalah metrik / indikator / alat ukur yang sangat penting dan digunakan saat membuat keputusan penting tentang penjualan, pemasaran, pengembangan produk, dan dukungan pelanggan

Dengan menerapkan Customer Lifetime Value manajer pemasaran dapat dengan mudah mencapai nilai rupiah yang terkait dengan hubungan jangka panjang dengan pelanggan mana pun. Sulit untuk memprediksi berapa lama setiap hubungan akan berlangsung, tetapi manajer pemasaran dapat membuat perkiraan yang baik dan menyatakan CLTV sebagai nilai periodik.

Ini adalah metrik yang berguna untuk digunakan oleh manajer pemasaran terutama pada saat mengakuisisi pelanggan. Idealnya, nilai CLTV harus lebih besar daripada biaya untuk mendapatkan pelanggan baru. Beberapa juga menyebutnya titik impas.

Demikian perbedaan Customer Equity dan Customer Lifetime Value, setiap perusahaan perlu memperhatikan keduanya untuk menjaga hubungan dengan pelanggan dan mempertahankan kepuasan serta meningkatkan pengalaman pelanggan.