Hiburan

Kupas Film 'Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak'

15 November 2017   15:27 Diperbarui: 15 November 2017   15:34 239 0 0
Kupas Film 'Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak'
maxresdefault-5a0bf7cf63b24871ac278372.jpg

Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak  ini ibarat empat baik sajak yang kemudian digambarkan dalam sebuah film ini. Ritmis dan miris, tapi juga menegangkan dan menghibur.

Sutradara Mouly Surya membagi kisah Marlina si wanita pembunuh yang diperankan Marsha Timothy, dia adalah sornag janda yang tinggal diri di puncak perbukitan sabana di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Dilansir dari CNNIndonesia, pada setiap babak itu perlahan mengungkapkan jati diri Marlina, yang ternyata memiliki sosok yang pendiam menyimpan misteri.

Di balik emosi terpendam Marlina saat kedatangan sekawanan perampok yang merampas hewan ternak dan juga harga dirinya, ia pun dengan gagah berani memenggal kepala gembong penyamun.

Babak itu terus berlanjut dan berakhir hingga Marlina mencari keadilan dan penebusan dosa. Ketegangan apa yang akan  dilakukan Marlina atau apa yang akan menimpan menghiasi setiap babak. Tetapi meski setip babak idak begitu mulus, hai ini menutupi lantara cerita yang kuat sehingga membuat penonton tetap mengikuti alur cerita yang ada.

Dalam kisah Marlina menyajikan potret cerita yang miris di pelosok Indonesia. Tekanan kemiskinan yang membuat Marlina tidak bisa membiayai pemakaman suaminya. Pada akhirnya sang suami terpaksa dijadikan mumi yang terbungkus kain tepat di sudut rumahnya. Biarkan ia menjadi saksi keangkaraan para perampok.

Marlina yang sulit akan adanya akses dan modal di Sumba tergambar lewat pengambilan dengan anglelebar. Ia harus menunggu bus truk demi mengjangkau aparat kepolisian. Namun, saat bus tak bisa di andalkan, ia menunggak dengan kuda demi sampai ke kantor polisi.

Tiba di sana, aparat pun tidak bisa diharapkan menuntaskan kasus Marlina. Sebuah kritik sosial yang cerdas. Di sisi lain, Marlina merupakan tontonan yang menghibur. Lewat dialek, dialog, pengambilan gambar, dan musik pengiring yang memanjakan mata dan telinga.

Dialek khas yang berhasil dimainkan para lakon itu berpadu dengan dialog yang banyak mengandung komedi gelap. Sebuah lelucon hidup yang patut ditertawai.

Ditambah eksotisme tanah Sumba dengan pengambilan wide angle yang ekstrem, diiringi musik yang manis. Membuat penoton betah berlama-lama menyaksikan Marlina selama 1 jam 30 menit.

Kredit untuk Marsha dan juga Dea Panendra yang berperan sebagai Novi, kawan Marlina, mereka adalah para pemain dalam Marlina Si Pembunuh Empat Babak benar-benar tampak seperti orang Sumba.

Dea Panendra yang berperan sebaga Novi. Ia yang tengah hamil lebih dari 9 bulan beberapa kali sempat terlibat perkelahian yang membuatnya terjatuh. Tetapi kondisinya tidak masalah, mungkin sang sutradra ingin menggambarkan sosok wanita yang sangat kuat.

Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, yang telah melanglangbuana di berbagai festival internasional, layak disaksikan di rumah sendiri. Sebuah film dengan genre dan cerita yang segar dalam dunia perfilman Indonesia. Saksikan Film  Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak di bioskop mulai Kamis, 16 November 2017.