Mohon tunggu...
Bakso Tumpah
Bakso Tumpah Mohon Tunggu... Layanan Kesehatan Batin

Saya Bakso. Bakso Tumpah. Jenis makanan yang haram buat para atlet dan vegetarian. Lahir di Panci Besar, setelah dibuat bulat oleh empunya, dan yang terpenting, ia sudah mandi besar sebelum pergi salat jumat.

Selanjutnya

Tutup

Diary

Lorong Sempit Melankolia

24 Januari 2021   17:21 Diperbarui: 24 Februari 2021   01:16 43 1 0 Mohon Tunggu...

ENTAH,  saya sendiri masih bingung, berada di mana? Cuma rasanya seperti hidup di dunianya para pengarang. Atau segala struktur dan emosi pengarangnya yang tumpah ke dunia nyata saya.

Hari itu (saya lupa hari apa) cahaya matahari menerobos awan mendung yang akhirnya menimbulkan rona oranye-kecoklatan. Setelah salat zuhur berjamaah di sekolah, saya dibuat tercengang sama seorang siswi, ia mengingatkan pada tokoh di buku Sayap-Sayap Patahnya Kahlil Gibran. Perempuan manis, sayang raut wajahnya sendu. Matanya yang melankolis mengingatkan saya pada puisi Bulu Matamu: Padang Ilalangnya Joko Pinurbo.

Belum terjawab pertanyaan tadi, saya disungguhkan pertanyaan baru ketika pulang sekolah. Ada salah satu gang kecil di dekat sekolah, yang memaksa saya untuk berjalan menuduk bisu dan menyergap saya dengan duka--di sini gerimis mulai turun--mengingatkan lagi pada Jokpin, tapi kali ini novelnya yang berjudul Srimenanti.

Keesokan harinya saya iseng bertanya kepada salah satu sahabat, "Lu percaya ga, kalo tokoh di buku/film bisa ada di dunia nyata?" Karena sahabat saya menjawab percaya, saya semakin dibuat penasaran. Ketika pulang sekolah, saya ajak sahabat saya, lewat gang itu. Di sana saya bercerita tentang perempuan melankolis kemarin. Dan ternyata (wah gokil sih) perempuan itu yang membuat sahabat saya juga percaya. Wkwk.

Sehabis itu, saya sama sabahat saya memutuskan nongkrong depan rumah orang sambil menghisap rokok dan memberi nama gang tersebut Lorong Sempit Melankolia.

VIDEO PILIHAN