Mohon tunggu...
Bajol punk
Bajol punk Mohon Tunggu... The Journal of Mine

Baru memulai menulis, terima kritik dan saran. Terimakasih.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

20 Tahun Hidup di Dunia

22 Februari 2020   23:36 Diperbarui: 22 Februari 2020   23:39 73 1 1 Mohon Tunggu...

Selamat ulang tahun yang ke 20, aku, kamu, siapa saja! 

Bagi saya, umur 20 tahun lebih sakral dibanding umur 17 tahun, karena umur 20 tahun mengenai kesiapan jiwa dan raga untuk menyambut kedewasaan.

Alhamdulillah puji Tuhan masih diberi kesempatan berak, jajan, nggosip, rebahan, stalker IG selebgram, dan bernafas di bumi. Ada pernyataan umum yang sering saya dengar 'hidupmu dimulai saat umur 20 tahun' saya mengira-ngira mungkin pernyataan itu ada karena umur 20 tahun menandakan kalau kita bukan remaja lagi, yang berarti akan banyak sekali problema dalam hidup yang harus kita hadapi.

Jika saya ibaratkan umur 20 tahun itu seperti tembok yang menjulang tinggi dengan satu pintu ditengahnya yang memisahkan antara dunia yang nyaman, aman dan tentram dengan dunia yang cruel, gak senyaman dan gak setentram saat kita masih bergantung secara finansial dan sosial pada orang tua. 

Lalu kita diharuskan melangkah memasuki dunia itu.. tap.. tap.. tap.. Seakan-akan kita dituntut untuk berdiri tegak dengan beban yang ada di pundak dan  mampu bertahan ditengah kehidupan yang nyata. Seakan-akan umur 20 tahun itu bertanya, 

"hey kamu ini mau dibawa kemana? mau bagaimana? mau apa? ini hidupmu, ini pilihanmu." 

Tapi pernyataan itu tidak selalu benar. Seperti yang kita tau, jalan hidup orang beda-beda. Ada yang masih anak-anak sudah dituntut untuk menghadapi kerasnya kenyataan oleh kehidupan.

Saya kira sangat complicated kalau hidup ini hanya dicerna dengan akal saja. Kisah hidup orang itu bermacam-macam. Hidup ini berwarna, tidak hanya hitam dan putih saja. Ah, I know nothing!

Doa saya semoga di umur 20 tahun ini kita semua, para twentiest, jadi millenial yang luas point of viewnya, dilembutkan hatinya,  bijaksana, berakhlak, toleran, berkarya, berguna, berjaya, dan sebagainya.

Kalau merenungi apa yang sudah dilalui selama 20 tahun ini, kepala selalu muncul pernyataan asing yang membingungkan, "Everything changes, but nothing changes." Saya tetap merasa saya yang sama ketika umur 13-15 tahunan, tapi semua juga sudah berubah namun tidak benar-benar berubah. Lho, bagaimana? Mungkin saya hanya bertambah tua. Ya, semakin bertambahnya usia, semakin berkurang jatah hidup di dunia. 

Semakin bertambahnya umur, semakin kompleks juga problema yang ada didepan mata. Semakin banyak tuntunan yang datang dari segala penjuru, dari tetangga kiri kanan depan belakang, misal. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN