Baizul Zaman
Baizul Zaman Dosen

lahir di pulau Muna, Desa Pure, Kelurahan Labunia, Tahun 1988. Setelah tamat Sekolah di SMA 2 RAHA, saya melanjutkan kuliah di STMIK Dipanegara Makassar sampai tahun 2010. Tahun 2013 melanjutkan Studi S2 Bidang Teknik Informatika Universitas Hasanuddin.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Piala Dunia 2018, Virus Kebahagiaan yang Menular Hingga ke Kota Daeng

12 Juli 2018   15:33 Diperbarui: 12 Juli 2018   15:51 511 0 2
Piala Dunia 2018, Virus Kebahagiaan yang Menular Hingga ke Kota Daeng
Nobar Piala Dunia di Karebosi (Sumber : supernews.com)

Tidak terasa, perhelatan piala dunia tahun 2018 yang berlangsung di Rusia akan berakhir. Pesta sepakbola empat tahunan ini hanya menyisakan dua pertandingan lagi. Yaitu, pertandingan final yang akan mempertemukan Kroasia dengan Prancis, serta pertandingan memperebutkan posisi ketiga antara Belgia dan Inggris

Sebagai sebuah turnamen sepakbola yang besar, tentu saja piala dunia selalu menyedot perhatian semua kalangan masyarakat. Mulai dari yang tua, anak muda sampai anak kecil, hampir semua terbawa dalam euforia perayaan hajatan akbar ini. Bukan hanya di tempat penyelenggaraanya, akan tetapi  dibelahan dunia lainnya termasuk Makassar, Sulawesi Selatan ikut terbawa dengan suasananya.

Sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya mencintai sepakbola, tentu saja momen piala dunia ini tidak dilewatkan begitu saja oleh masyarakat kota Makassar. Hal ini terlihat dari banyaknya tempat yang menggelar acara nonton bareng. Mulai dari yang berlokasi di lorong-lorong, di warung kopi, dilapangan terbuka seperti Karebosi, di Pantai Losari sampai dengan hotel berbintang.

Bagi masyarakat Makassar, momen piala dunia 2018 ini tidak hanya membawa kebahagiaan. Namun, bisa menjadi pemersatu selepas pelaksanaan pilkada yang diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2018. Pada beberapa kesempatan saat ikut nonton bareng, saya menyaksikan bagaimana masyarakat yang berbeda pilihan saat Pilkada membaur menjadi satu, menghilangkan perbedaan lalu duduk bersama menyaksikan tim kesayanganya berlaga di piala dunia.

Selain itu, dibeberapa lokasi terselenggaranya nonton bareng seperti di Pantai Losari dan warung-warung kopi, piala dunia 2018 ini menjadi sumber pembawa rejeki bagi mereka yang berjualan. Banyak pedagang gorengan maupun pedagang asongan yang laris jualanya karena banyaknya pembeli. Begitu juga dengan pemilik waung kopi. Omset mereka meningkat selama perhelatan piala dunia ini berlangsung.

Terlepas dari negara manakah yang akan mengangakat trofi piala dunia nantinya, yang pasti piala dunia tahun 2018 ini telah berhasil menularkan virus kebahagiaan bagi masyarakat Kota Makassar. Selain itu, yang paling penting dari segalanya adalah, jangan nonton bola tanpa Kacang Garuda.