Anak Perbatasan
Anak Perbatasan

Anak Perbatasan yang ingin terus belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Janji Jokowi Omong Kosong?

8 November 2018   14:49 Diperbarui: 8 November 2018   14:55 213 2 1

Janji politik Calon Presiden (Capres) Nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam pidato untuk mengurangi impor di tiga sektor antara lain harus swasembada pangan, energi dan air. Sehingga menjadi pro kontra serta diulas dalam acara Layar Pemilu Terpercaya.

Padahal jika masyarakat optimis bisa saja Indonesia stop impor pangan, serta energi bukan hal mustahil sebab jika dilihat dengan kekayaan yang Indonesia miliki dari tanah yang begitu subur serta Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah serta di dukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Karena keinginan Prabowo adalah berdiri di atas kaki sendiri dan untuk mensejahterakan petani serta memaksimalkan SDA yang dimiliki karena faktanya hingga hari ini Pemerintahan Jokowi melakukan impor besar-besaran di sektor pangan disaat petani masuk waktu panen sehingga merugikan para petani.

Jika melihat di era Soeharto pada tahun 1984 Indonesia menjadi swasembada pangan dunia sebab itu bukanlah hal keajaiban karena petani turut andil dan bekerja sama membantu program swasembada pangan yang diusung oleh Soeharto.

Dengan alasan itulah keinginan Prabowo untuk stop impor pangan dengan melihat SDA dan SDM yang dimiliki serta memaksimalkan lahan yang masih tidur untuk memproduksi hasil pangan agar memenuhi kebutuhan pangan nasional dan itu sebagai cita-cita bangsa Indonesia.

Berbeda dengan janji kampanye Jokowi tahun 2014 yang ingin memuliahkan petani dan stop impor tapi fakta dilapangan berbeda yang hampir semua disektor pangan di impor sementara petani sudah memasuki masa panen sehingga petani sengsara.

Tapi dikubu petahana sendiri merasa pesimis dan mencela dengan kata omong kosong bukannya didukung, padahal niat baik Prabowo untuk swasembada pangan untuk mensejahterakan para petani agar menjadi adil dan makmur supaya bisa berdiri diatas kaki sendiri agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Penulis teringat ketika janji kampanye Jokowi tahun 2014 "kita harus berani stop impor pangan, stop impor beras, stop impor daging, stop impor kedelai, stop impor sayur, stop impor buah, stop impor ikan. Kita ini semuanyan punya kok,".

"Bayangkan kita jerih payah produksi, eh ada impor. Kejadian itu yang membuat kita malas berproduksi, oleh sebab itu, petani harus dimuliakan,". Jadi bukan kah itu semua omong kosong.


Salam Anak Perbatasan.