Kandidat

Prabowo Silahturahmi Bersama Ulama dan Masyarakat Madura

7 September 2018   11:11 Diperbarui: 7 September 2018   11:26 169 0 0
Prabowo Silahturahmi Bersama Ulama dan Masyarakat Madura
foto: @gerindra

Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto yang berziarah ke makam Hadratusy Syekh Kholil Al-Bangkalan (Syaikona Kholil Bangkalan) karena masa hidupnya banyak melahirkan murid-murid yang luar biasa hasil didikannya seperti Kiai Hasyim Asy'ari, Kiai Wahab hasbullah, Kiai As'ad, Kiai Bahar dan masih banyak lagi.


Pada saat penjajahan Belanda, Syekh Kholil pernah ditahan karena dituduh oleh penjajah Belanda melindungi beberapa orang yang terlibat perlawanan terhadap kolonial Belanda di pondok pesantrennya. Ketika Belanda mengetahuinya, Syekh Kholil ditangkap dengan harapan para pejuang menyerhakan diri. Tetapi ditangkapnya Syekh Kholil, malah membuat pihak Belanda pusing dan kewalahan; karena terjadi hal-hal yang tak bisa mereka mengerti. Seperti tidak bisa dikuncinya pintu penjara, sehingga harus berjaga penuh supaya para tahanan tidak melarikan diri. Di hari-hari selanjutnya, ribuan orang datang ingin menjenguk dan memberi makanan kepada Syekh Kholil, bahkan banyak yang meminta ikut ditahan bersama. Kejadian tersebut menjadikan pihak Belanda dan sekutunya merelakan Syekh Kholil untuk dibebaskan.


Begitulah sosok Prabowo ketika melihat atau mengetahui sejarah para pendiri bangsa dan ulama untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, pasti mendatangi atau berziarah dan bersilahturahmi dengan para penerus/keturunan pendiri bangsa, karena bagi Prabowo tidak akan pernah melupakan sejarah pendiri bangsa.
Setelah berziarah ke makam Hadratusy Syaik Kholil Al-Bangkalan Prabowo melanjutkan dengan silaturrahmi dengan keluarga besar Syaikh Kholil dan masyarakat Madura.


Ketua DPP Gerindra Setyoko yang mendampingi Prabowo ke Bangkalan - Madura, dalam kesempatan bertemu para ulama. Prabowo menyampaikan kalau budaya Indonesia adalah untuk sowan kepada tetua terlebih dahulu ketika akan memasuki wilayahnya.


Prabowo secara langsung meminta izin kepada tetua di Jawa Timur untuk mendatangi setiap wilayah di Jawa Timur. Baginya karena di Jawa Timur adalah ujian kemerdekaan republik Indonesia. Karena ultimatum pasukan Inggris dijawab oleh rakyat Jawa Timur dengan menolak ultimatum itu, "Bisa dibayangkan jika rakyat Jawa Timur ketika itu menerima ultimatum pasukan Inggris. Kita akan tetap dijajah," tutur Prabowo bersemangat.


Saat bersilahturahmi Prabowo mengatakan "Saya mengerti kenapa orang Jawa Timur di sebut bonek. Karena memang nyalinya besar besar. Dulu pasukan saya yang berasal dari Madura , dari Jawa Timur nyalinya besar-besar," puji Prabowo disambut tepuk tangan riuh.


Salam Anak Perbatasan.