El Mikha
El Mikha Pelajar

Penulis Novel 'Untuk Gie'

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Dampak Positif Blusukan Jokowi

2 Agustus 2018   20:32 Diperbarui: 2 Agustus 2018   20:36 318 0 1
Dampak Positif Blusukan Jokowi
Sumber foto : flickr.com

Mumpung belum masa kampanye, saya ingin menuliskan dampak positif dari kepemimpinan Pak Joko Widodo. Kenapa saya justru menulisnya tidak di masa kampanye? Karena saya seorang PNS, dan mencoba bersikap netral ketika pilpres nanti.

Memang, ada pikiran bahwa tulisan ini tidak berbeda dengan tulisan (status di media sosial) para PNS yang menjelek-jelekkan pemerintah. Isinya tetap berpihak ke satu kubu -- bila kita masih terjebak dalam pengelompokan pendukung Jokowi dan Prabowo.

Tetapi, satu hal yang begitu kuat mendorong untuk menulis ini adalah pemikiran bahwa PNS seharusnya mendukung dan menyukseskan program pemerintah. Sebab, jika bukan para PNS yang membantu Presiden menyukseskan programnya, lalu siapa lagi? Saya menulis ini untuk mendukung upaya pemerintah yang berupaya melayani rakyat secara prima.

Kita tahu semua bahwa Pak Joko Widodo sering melakukan 'blusukan' ke seluruh daerah di negeri ini. Tak ada 'anak emas', tak ada 'anak tiri'. Semua daerah dikunjungi. Bahkan daerah dimana beliau kalah ketika pilpres 2014 lalu. Pertanyaan yang banyak dilontarkan orang-orang, apa manfaat blusukan itu?

Saya tak akan membahasnya dari segi politik, sebab bukan politisi; atau dari segi ekonomi, karena bukan seorang ekonom. Saya akan membahasnya berdasarkan pengalaman yang benar-benar nyata. Bukan fiksi!

"Siap-siap! Siapa tau Pak Jokowi singgah."

Demikian terdengar kalimat beberapa atasan kepada anak buahnya setiap kali Pak Jokowi melakukan kunjungan. Kegiatan Presiden yang terkadang berbeda dari yang dijadwalkan, membuat sebagian kepala kantor di daerah yang dikunjungi was-was. Mau tak mau, mereka bersiap. Misalnya, melakukan pembersihan lingkungan di sekitar kantor.

Loh, bukankah ini pencitraan? 

Benar! Tetapi, blusukan Jokowi yang tak terjadwal 'menginfeksi' banyak pejabat daerah. Banyak perjabat yang mulai melakukan blusukan. Dan bisa bayangkan, bagaimana para PNS siaga selalu karena takut akan dikunjungi pejabat. Perlahan, ini menjadi karakter para pegawai negeri. Sikap bermalasan? Good bye. Bandingkan dampaknya bila Presiden hanya mengikuti jadwal dan mengunjungi daerah yang sudah di 'make-up' sebelumnya.

Selain itu, ada juga yang terdengar seperti ini :

"Pak Jokowi aja turun ke lapangan!"

Saya beberapa kali mendengar pejabat mengatakan demikian untuk menyemangati stafnya. Dan rasa malas pun lenyap. Maka jangan heran, bila banyak pegawai negeri zaman sekarang melakukan pelayanan dengan 'menjemput bola'. Menunggu di kantor? Gaya lama yang akan ditinggalkan. Mungkin belum di seluruh daerah, dan di media-media masih sering kita baca berita yang menyudutkan PNS -- "Oknum PNS ini....", tetapi semuanya mengarah pada muara pelayanan prima.

Kenapa belum di semua daerah padahal Pak Jokowi sudah memerintah selama empat tahun?

Jawaban singkatnya, mungkin saya hanya bisa mengutip apa yang pernah dikatakan senior : "Mas, kalau mau perubahan cepat, satu atau dua generasi tua PNS, harus dibunuh!"