Mohon tunggu...
Baharuddin Riqiey
Baharuddin Riqiey Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

:)

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Perusak Wibawa Hukum

23 September 2022   09:50 Diperbarui: 23 September 2022   10:00 42 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hukum. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Hukum yang dahulu di kenal sangat berwibawa di kalangan masyarakat kini wibawa hukum mulai mengalami penurunan sedikit demi sedikit hingga parahnya ada yang mengatakan sudah tidak percaya lagi dengan yang namanya "hukum". Itu semua tak lepas dari apa yang mereka lihat, mereka dengar, dan mereka rasakan.

Wibawa hukum itu sendiri bisa tercipta mulai dari aparat penegak hukum yang menegakkan hukum dengan seadil-adilnya hingga putusan pengadilan yang mencerimnkan hakikat dari hukum itu sendiri (keadilan, kepastian, kemanfaatan).

Dengan itu seharusnya orang yang mengerti dan paham akan hukum jangan sampai menjadi bagian dari perusak dari wibawa hukum itu sendiri. Akan tetapi fakta di lapangan wibawa hukum itu dirusak sendiri oleh orang yang mengerti dan paham hukum, dibuktikan dengan kasus yang terakhir yaitu terkait KPK melakukan OTT terhadap Hakim Agung MA.

Pengadilan yang selama ini kita kenal berisikan oleh orang-orang yang berintegritas ternyata ada sebagian "oknum" yang memanfaatkan kedudukan itu untuk melakukan kegiatan yang melawan hukum. Mulai dari "oknum" Pengacara yang menjadi pemberi suap hingga "oknum" Hakim yang menjadi penerima suap. Apakah oknum-oknum ini tidak mengerti tentang hukum? Tentu oknum-oknum ini sangat mengerti dan paham tentang hukum, bahkan dia mengerti celah-celah mana yang bisa di buat untuk bermain.

Harusnya orang yang mengerti dan paham tentang hukum bahkan sampai mengerti celah-celah dari hukum itu sendiri sudah seharusnya menutupi celah-celah itu, jangan sampai melubangi celah-celah itu semakin besar hingga merusak dari wibawa hukum itu sendiri.

Dan yang terakhir jangan sampai orang yang mengeri dan paham tentang hukum hingga mengetahui celah-celahnya ia menjadi perantara untuk merusak wibawa hukum itu sendiri, sebab itu justru merugikan diri sendiri dan sangat merugikan bagi mahasiswa yang sedang belajar hukum karena mereka akan menghadapi orang-orang yang sudah tidak percaya lagi dengan hukum.

Padahal hukum itu lah yang menjadi pegangan masyarakat ketika ia merasa di rugikan atau merasa di zalimi untuk mendapatkan keadilan. Jika suatu masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan hukum lantas mereka mencari keadilan di dunia melalui apa?

Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan