Mohon tunggu...
Bagus Alfhin afriansyah
Bagus Alfhin afriansyah Mohon Tunggu... Mahasiswa UINSU

MAHASISWA UINSU

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Masyarakat Pesisir Terkena Diare

22 Desember 2019   19:18 Diperbarui: 22 Desember 2019   19:32 78 2 3 Mohon Tunggu...

Diare sampai saat ini masih merupakan penyebab kematian utama di dunia, terhitung 5-10 juta kematian/tahun. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 4 milyar kasus terjadi di dunia dan 2,2 juta diantaranya meninggal, dan sebagian besar anak-anak di bawah umur 5 tahun. Di negara berkembang rata-rata tiap anak di bawah usia 5 tahun mengalami episode diare 3 kali pertahun. Jika dibiarkan terus menerus akan berdampak besar pada angka kematian.

Salah satu kasusnya  Warga korban banjir di Jalan Asam Simpang Kantor Kecamatan Medan Labuhan, mulai terancam diare. Sanitasi lingkungan yang buruk akibat genangan air sisa hujan, menyebabkan sejumlah balita terserang diare. Tina (33), seorang warga menuturkan bahwa dampak dari air yang masih menggenangi jalan dan permukiman warga selama dua bulan terakhir, membuat anaknya usia satu tahun harus dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Ia mengatakan bahwa badan anaknya terasa lemas dan langsung di bawa ke dokter.  Penyebab anak pertamanya tersebut mengalami gejala penyakit diare lanjut disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kotor dan berair. Menurutnya, selain anaknya terjangkit diare warga sekitar lainnya juga terkena penyakit serupa. Bahkan, ada pula yang mengalami sakit gatal-gatal di kaki disebabkan kutu air.

Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali sehari atau lebih) dalam satu hari. (Depkes RI, 2011). Sedangkan, menurut Corwin (2009) Diare ialah peningkatan ke enceran dan frekuensi feses yang mana dapat terjadi akibat adanya zat terlarut yang tidak dapat diserap didalam feses dan menyebabkan iritasi sehingga adanya infeksi virus atau bakteri di usus halus distal atau usus besar. Semua kelompok usia diserang oleh diare, baik balita, anak-anak, dan orang dewasa. Tetapi penyakit diare berat dengan kematian yang tinggi terutama terjadi pada bayi dan anak balita (Zubir, 2006 dalam Ramadhan & Devi 2012).

Daerah pesisir merupakan salah satu dari lingkungan perairan laut yang mudah terpengaruh dengan adanya pembuangan limbah dari darat. Wilayah pesisir yang meliputi daratan dan perairan pesisir sangat penting artinya bagi bangsa dan ekonomi Indonesia. Wilayah ini bukan hanya merupakan sumber pangan yang diusahakan melalui kegiatan perikanan dan pertanian, tetapi juga merupakan lokasi bermacam sumber daya alam, seperti mineral, gas dan minyak bumi serta pemandangan alam yang indah, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, perairan pesisir juga penting artinya sebagai alur pelayaran.
Sebagian besar masyarakat pesisir rentan mengidap penyakit diare. Hal ini tentunya disebabkan oleh air yang kotor, lingkungan yang kotor, dan masih banyak lagi. Hal ini tentunya sudah tidak asing lagi kita dengar, bahkan masyarakat pesisir sudah menganggap hal tersebut biasa terjadi pada mereka. Padahal hal tersebut jika di biarkan terlalu lama akan berdampak besar bagi mereka, bahkan jika dibiarkan terlalu lama akan berbahaya bagi mereka.

Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali sehari atau lebih) dalam satu hari. (Depkes RI, 2011). Sedangkan, menurut Corwin (2009) Diare ialah peningkatan ke enceran dan frekuensi feses yang mana dapat terjadi akibat adanya zat terlarut yang tidak dapat diserap didalam feses dan menyebabkan iritasi sehingga adanya infeksi virus atau bakteri di usus halus distal atau usus besar. Semua kelompok usia diserang oleh diare, baik balita, anak-anak, dan orang dewasa. Tetapi penyakit diare berat dengan kematian yang tinggi terutama terjadi pada bayi dan anak balita (Zubir, 2006 dalam Ramadhan & Devi 2012).

Seperti yang dikutip dari situs alodokter.com agar kasus yang serupa seperti yang diatas tidak terjadi kita dianjurkan untuk:
1.Rajin mencuci tangan, terutama sebelum dan setelah makan,  setelah menyentuh daging yang belum dimasak, sehabis dari toilet,  atau setelah bersin dan batuk. Bersihkan tangan dengan sabun, dan bilas dengan air bersih.
2.Mengonsumsi makanan yang sudah dimasak. Hindari memakan buah-buahan atau sayuran mentah yang tidak dipotong sendiri.
3. Minum air matang
Apabila sudah terkena penyakit diare ini,  kita disarankan untuk melakukan beberapa hal yang disebut di bawah ini.
Menambah asupan cairan
Tubuh kehilangan banyak cairan dan mineral selama diare yang dapat menyebabkan dihidrasi saat diare, disarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan minum 2-3 liter air putih (sekitar 8-12 gelas ukuran sedang) per hari. Selain air putih, asupan cairan juga bisa didapatkan dari makanan dan minuman lain, seperti sup, kuah kaldu, dan jus buah. Sedangkan untuk mengembalikan garam dan mineral yang hilang akibat diare, bisa mengonsumsi minuman dengan kandungan elektrolit, seperti oralit atau minuman berenergi (sport drink).
Mengonsumsi makanan yang tepat
Selama diare, disarankan untuk mengonsumsi makanan rendah serat yang minim proses olahan dan tanpa banyak bumbu. Contohnya adalah nasi, kentang, roti, biskuit, pisang, serta sup. Selain itu, Anda juga dianjurkan mengonsumsi makanan dengan kandungan prabiotik seperti yoghurt, yang baik bagi kesehatan usus.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x