Mohon tunggu...
Bagus Aryo Wicaksono
Bagus Aryo Wicaksono Mohon Tunggu... blogger

Hidup itu Singkat, Waktu itu Cepat, Nikmatilah Selagi Sempat

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Presenter BMKG Terima Pelecehan Seksual, Bukti Bobroknya Moral Bangsa Ini

27 Oktober 2020   12:36 Diperbarui: 27 Oktober 2020   12:48 43 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Presenter BMKG Terima Pelecehan Seksual, Bukti Bobroknya Moral Bangsa Ini
Presenter BMKG yang menerima pelecehan seksual dari warganet. Foto:www.suara.com

Komentar bernada pelecehan seksual dialami oleh presenter cantik BMKG saat membawakan laporan cuaca. Peristiwa tidak menyenangkan ini berawal ketika BMKG menayangkan video laporan cuaca secara langsung lewat kanal Youtube dan Twitter resminya pada Kamis, 22 Oktober 2020.

Warganet yang menyimak tayangan ini diduga tidak fokus dengan informasi laporan cuaca yang dibawakan sang presenter. Tapi berfokus pada bagian tubuh sang presenter. Dari sinilah komentar-komentar bernada pelecehan seksual mulai ditulis oleh jari jemari warganet yang tidak bisa dikontrol.

Untungnya tidak semua warganet berfikiran mesum, banyak warganet lain yang mendukung presenter tersebut. Bahkan BMKG akan mengambil langkah tegas dengan membuat laporan ke polisi terkait pelecehan seksual yang diterima pegawainya ini.

Ketika mencermati video itu, saya sepakat dengan pendapat sebagain warganet waras bahwa orang-orang yang melakukan  komentar pelecehan seksual berfikiran mesum. Bisa dibilang mesumnya kelewat batas, klimaks.

Dalam tayangan video itu presenter BMKG menggenakan pakaian tertutup, menurut saya sudah sesuai prosedur. Dia memakai kemeja warna biru plus jilbab warna biru gelap. Terus, warganet mesum terpancing mengeluarkan komentar pelecehan darimana?

Beda cerita kalau presenter yang didapuk BMKG berbusana seperti presenter laporan cuaca luar negeri yang bajunya terbuka. Hla ini sama sekali tidak. Berarti memang warganet saja yang otaknya kotor, ngeres, mesum, akut.

Meskipun pelecehan seksual hanya terjadi lewat kolom komentar tanpa adanya sentuhan fisik, ini tetaplah hal berbahaya. Apa jadinya kalau orang-orang ini berkeliaran dijalan, mereka bisa melancarkan aksinya, kalau pelecehannya hanya lewat kata-kata masih bisa diatasi oleh korban, digampar misalnya. Kalau pelecehannya sudah menjurus ke fisik, bagaimana?

Saya tidak habis pikir saja, bagaimana bisa warga negara kita menjadi sangat mesum begini. Apa karena terlalu bebas di media sosial bikin kebablasan? Atau karena efek lockdown bikin otak mereka jadi ngedown juga? Atau memang mereka-mereka ini syahwatnya tidak terkontrol.

Kalau sudah begini kejadiannya saya sangat mendukung BMKG buat mempidanakan mereka. Biar timbul efek jera, biar pada kapok dan tidak seenak jidatnya. Mentang-mentang lewat sosial media terus berkata seenaknya, tolong pakai perasaan dan otak juga dong. Bagaimana kalau hal itu menimpa istri, saudari, ibu atau anak kalian? Apa nggak emosi, apa nggak sakit hati.

Program revolusi moral bisa dibilang gagal. Mungkin pemerintah bisa bikin program ruqyah massal untuk menjinakkan orang-orang mesum ini.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x