Mohon tunggu...
Bagaskara
Bagaskara Mohon Tunggu... Bike Enthusiast

Menyukai Jalan-jalan menelusuri asri nya Inddonesia, menyukai kegiatan bersepeda.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Dari Mana sih Sumber Permodalan Koperasi?

20 Mei 2019   09:48 Diperbarui: 20 Mei 2019   11:56 5806 1 0 Mohon Tunggu...

Mendirikan koperasi juga ada aturannya, salah satunya adalah sumber modal. Sebenarnya, dari mana asal modal awal untuk pendirian koperasi?

Demi meningkatkan taraf perekonomian negara, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menggalakkan eksistensi koperasi sebagai salah satu penyokongnya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kebebasan biaya alias gratis dalam pembuatan pengesahan akta pendirian koperasi pada Notaris. Pasalnya, tak sedikit koperasi dibentuk oleh peserta UKM dan UMKM yang mengaku terberatkan dengan tingginya biaya Notaris untuk pembuatan akta.

Koperasi sendiri merupakan suatu badan usaha dengan anggota badan koperasi atau perseorangan. Landasan dari koperasi tak lain dan tak bukan adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan Pancasila. Sementara berdasarkan anggota pendirinya, Undang-Undang Koperasi membagi menjadi dua jenis, yaitu primer dengan anggota minimal 20 orang, dan sekunder yang beranggotakan minimal 3 (tiga) badan koperasi.

Sumber Permodalan Koperasi, dari Mana Saja?

Lalu, dari mana saja sumber permodalan suatu badan usaha koperasi didapatkan? Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian Pasal 41 ayat (1) menyatakan bahwa "Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman." Selanjutnya, ayat (2) dari pasal tersebut menyatakan bahwa "Modal sendiri dapat berasal dari:

  1. Simpanan pokok. Simpanan ini diberikan dalam bentuk uang dan sifatnya wajib dibayarkan oleh setiap anggota atau badan hukum sebuah koperasi pada awal mula bergabung. Simpanan ini dibayarkan hanya sekali
  2. Simpanan wajib. Simpanan ini dibayarkan setiap bulan oleh setiap anggota koperasi, dengan besaran bulanan seperti yang telah disepakati oleh masing-masing anggota.
  3. Dana cadangan, sumber modal yang diperoleh dari dana sisa hasil usaha yang tidak dibagikan kepada anggota.
  4. Hibah.

Sementara itu, ayat (3) dari Pasal 41 Undang-Undang Perkoperasian menyebutkan bahwa "modal pinjaman dapat berasal dari:

  1. Anggota.
  2. Koperasi lainnya dan/atau anggota lainnya.
  3. Bank dan lembaga keuangan lainnya.
  4. Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya.
  5. Sumber pendanaan lainnya yang terbukti sah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Adapun jumlah modal awal untuk pendirian koperasi terdapat aturan khusus terkait Koperasi Simpan Pinjam, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.15/PERM/M.KUKM/IX/2015 Pasal 17 yang kemudian mengalami perubahan pada Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengan No.02/PERM/M.KUKM/II/2017.

Pada aturan yang telah mengalami pembaharuan tersebut, tidak didapatkan perubahan pada pasal yang dimaksud, sehingga ditetapkan modal awal untuk Koperasi Simpan Pinjam atau KSP Primer dan Sekunder adalah seperti berikut:

  • Modal awal pada setiap pendirian koperasi primer dan sekunder yang dihimpun dari simpanan pokok dan simpanan wajib para anggota, bisa ditambahkan dengan hibah yang didapatkan.
  • Modal awal untuk koperasi primer dalam bentuk deposito pada bank milik pemerintah dengan wilayah keanggotaan dalam daerah Kabupaten atau Kota adalah sebesar Rp15 juta. Sementara modal awal pendirian koperasi primer dengan wilayah anggota lintas daerah Kabupaten/Kota dalam satu daerah Provinsi adalah sebesar Rp75 juta. Lalu, modal awal koperasi primer dengan wilayah anggota lintas daerah Provinsi adalah sebesar Rp375 juta.
  • Kemudian, modal awal koperasi sekunder dalam bentuk deposito pada bank milik pemerintah dengan wilayah anggota dalam daerah Kabupaten/Kota adalah sebesar Rp50 juta. Sementara modal awal koperasi sekunder dengan wilayah anggota lintas daerah Kabupaten/Kota dalam satu Provinsi adalah sebesar Rp150 juta, dan modal awal koperasi sekunder dengan wilayah anggota lintas daerah Provinsi adalah sebesar Rp500 juta.

Demikian tadi penjelasan mengenai biaya modal yang dibutuhkan dalam pendirian koperasi yang perlu Anda ketahui. Jadi, pastikan Anda telah memenuhi persyaratan modal tersebut sebelum mengajukan akta pendirian kepada Notaris. Semoga bermanfaat.

Referensi: Syarat & Prosedur Pendirian Koperasi Lengkap

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x