Mohon tunggu...
Azmi Hardi Roza
Azmi Hardi Roza Mohon Tunggu... Wiraswasta - Ingin menjadi ayah yang baik

Suka jalan kaki, suka makan pempek

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Peran Pemagang dalam Pembangunan Daerahnya

21 Juni 2022   12:59 Diperbarui: 21 Juni 2022   13:02 226 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Pada kegiatan BUMI IKAPEKSI GOES to BALI yang ke tiga ini saya terpancing untuk mengeluarkan apa yang terlintas difikiran saya.  

IKAPEKSI adalah ikatan alumni magang di jepang . Organisasi ini adalah kumpulan orang orang yang telah menyelesaikan magang di Jepang dengan baik dan dapat melanjutkan kegiatan mereka di Indonesia baik menjadi wirausahawan atau ingin tekun berkarir di perusahaan swasta khususnya perusahaan jepang yang ada di Indonesia. 

IKAPEKSI sudah menyibukkan kegiatanya untuk bisa memotivasi adik adik juniornya yang baru saja menyelesaikan magangnya di Jepang agar langkah mereka untuk kedepanya lebih terarah dalam menggapai cita cita mereka. Karena tidak mudah untuk berkarir atau berwirausaha di Indonesia dengan latar belakang sebagai pekerja di Jepang. Rata rata mereka magang di Jepang sebagai pekerja kasar atau buruh. karena iklim kerja atau bisnis sangat berbeda antara Indonesia dan Jepang. Perlu tahapan tahapan untuk dapat menyeseuikan diri dengan iklim kerja atau iklim bisnis yang ada di Indonesia. Dan peran IKAPEKSI dalam hal ini adalah memberi petunjuk agar kegiatan para juniornya lebih terstruktur dan terarah agar modal tabungan dan ketermapilan sebagai modal usaha dapat termanfaatkan dengan baik. 

Banyak permasalahan yang saya temui dilapangan. Banyak pemagang pemagang yang pulang dari Jepang dengan membawa pulang pengalaman kerja dengan penguasaan teknologi terkini dan modal usaha dari Jepang yang mestinya mereka manfaatkan dengan baik, namun hasilnya tidak sesuai harapan. 

Dalam jangka waktu yang tidak lama modal usaha mereka itu hilang atau habis untuk hal hal yang tidak jelas. Atau pengalaman yang mereka miliki sulit untuk di manfaatkan secara maksimal karena tidak bisa menemukan jalur atau saluran pemanfaatanya. Alhasil mereka tidak punya apa apa lagi, mereka kembali miskin dan susah, kemudian menjadi pengangguran dan ingin kembali ke Jepang lagi untuk bekerja. Saya fikir ini kurang efektif.

Menurut saya, hal seperti ini bisa diatasi. Potensi mereka bisa diolah dengan baik dengan memanfaatkan bidang  bidang bisnis yang ada di daerah mereka. Rata rata pemagang ini berasal dari daerah, bukan berasal dari perkotaan. Mereka bisa membangun daerah dan desanya. Bidang bidang seperti, pertanian, peternakan, property, kesehatan, tourism, pendidikan, mungkin juga energi jika bidang bidang ini dikelola oleh pemuda yang memiliki modal dan etos kerja yang baik maka mereka akan makmur dan desa mereka akan maju.

Cara mewujudkan ini adalah mereka mesti bersinergi dengan para senior magang atau praktisi yang sudah sukses di bidangnya. Cara ini sudah dijalankan Oleh IKAPEKSI sendiri. Kita mesti membekali mereka dengan ilmu manajemen keuangan yang baik. Kita mesti menfasilitasi dengan membuat wadah agar para pelaku bisnis bisa bertemu dan sharing bisnis dengan tenaga tenaga baru yang penuh talenta ini. 

Modal adalah factor utama dalam percepatan pengembagan usaha. Tanpa akses modal untuk usaha yang baru dirintis maka usaha tersebut sulit untuk bergerak. Seperti kita ketahui pihak Bank pun tidak akan memberi kredit kepada sebuah usaha yang baru dirintis. Bank hanya memberi kredit berdasarkan agunan atau asset, bukan berdasarkan project. Maka bagi saya mengembangangkan pemuda yang penuh talenta dengan ada dananya usaha yang mereka pegang maka mereka tidak sulit untuk dibimbing jadi sukses. Mereka akan mudah bergerak dengan dana yang mereka miliki tanpa beban kredit bank di awal usaha mereka.

Dengan demikin para pemuda tersebut akan berjalan pada jalur yang baik. Kesuksesan mereka akan mengiringi perkembangan dan pembangunan daerah mereka.

Seperti yang disampaikan oleh pihak Kementerian Tenagakerja, tujuan setelah mereka magang itu adalah menjadi orang muda yang bisa mendirikan usaha sendiri atau menjadi karyawan yang baik diperusahaan Jepang yang ada di Indonesia. Ibu Menteri Ketenaga kerjaan juga menegaskan, pemagangan ke Jepang adalah salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran. Seperti yang sudah disebutkan diatas, modal mereka setelah magang, keterampilan kerja, mahir bahasa jepang, etos kerja dan kedisiplinan merupak modal mereka unutk terjun ke dunia kerja dan wira usaha. ini harus dikelola dengan baik.

Sesuai dengan survei yang saya lakukan, saya menggolonngkan  para eks-pemagang ini dalam tiga kelompok :

  • Eks-magang yang tekun bekerja di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia. Rata rata meraka menduduki posisi strategis dan baik dalam karirnya.
  • Eks-magang yang setelah berkarir di perusahaan Jepang yang pada titik tertentu setelah memiliki banya networking mereka mengundurkan diri dari pekerjaannya dan tekun menjalankan usaha sendiri. Rata rata mereka cukup sukses. Golongan eks-magang seperti ini rata rata mereka terlokalisir di daerah daerah yang notabene kawasan industri, yaitu kawasan industri manufacturing. Karena hal ini dapat menunjang usaha yang mereka jalankan.
  • Eks-magang yang tekun berwirausaha di daerahnya sekembali dari magang. Eks-magang seperti ini angkanya cukup banyak dan masiv di seluruh Indonesia. Kiprah mereka memang tidak sepenuhnya terpantau. Hanya yang cukup eksis dalam usaha mereka saja yang dapat terpantau. Mereka yang eksis kebanyakan dibidang pertanian, peternakan, property, keteknikan juga ada tapi tidak banyak. Uniknya eksistensi mereka di desa mereka memberikan bonus dengan sendirinya, yaitu mereka memiliki kredit social, popularitas mereka baik di desanya. Maka tak jarang mereka bisa tampil sebagai ketua RT, RW, Kepala Lurah, Bupati atau Walikota, anggita DPRD bahkan Gubernur. Kisah kisah mereka sangat inspiratif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan