Mohon tunggu...
Gurujiwa
Gurujiwa Mohon Tunggu... Konsultan - Induk Art Terapis - konsultan - penulis (gurujiwa508@gmail.com) (Instagram :@gurujiwa) (Twitter : @gurujiwa) (Facebook: @gurujiwa))

"Sebagai Pemanah Waktu kubidik jantung masa lalu dengan kegembiraan meluap dari masa depan sana. Anak panah rasa melewati kecepatan quantum cahaya mimpi" ---Gurujiwa--

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pada Segelas Teh

23 November 2022   05:20 Diperbarui: 23 November 2022   05:34 74
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Selalu ada kehangatan cerita pada segelas teh (Dok gurujiwa)

setiap bertandang di terasmu 

selalu teh atau kopi hangat menyergap dinginnya malam 

di kerongkongan batin haus percakapan berisi
soal etika lalu

misalnya kenapa teh panas mesti disajikan dengan alas tatakan cawiknya
karena dahulu rempah teh mahal
juga gula begitu bernilai
maka dari gelas panas
dituanglah sedikit demi sedikit
ke alas cawan
ditunggu dingin
ditiup tiup lembut
sepenuh rasa
sampai jadi hangat
barulah diminum seteguk demi seteguk bikin sehat batin yang mabuk tetirah

sedangkan gelas utama boleh diminum siapa saja
berbagi dalam upacara minum teh
penuh penghormatan kesantunan
akan tata krama menghargai kerja petani teh
petani tebu

pada segelas teh pun
banyak pelajaran menyederhanakan hidup komplek jadi sederhana
berkat pola laku
pola pikir
batin yang mengendap

andai saja dari setiap gelas teh menetes saripati kearifan leluhur dulu
di kening cawan cawan gaya
kafe kekinian
mungkin generasi milenial
bisa belajar kesantunan global
dari tata krama nenek moyang penikmat teh tiga pucuk kualitas kelas satu
yang membuat para penjelajah dunia dahulu ketagihan mengembara,
bukan sekedar mengejar rempah teh terbaik tapi juga pembuktian ambisi petualang lautan terberani
dimasanya

pada segelas teh beralas cawik beling
mari berkaca akan masa lalu
pada setiap seruputan berarti
setiap hirupan nafas teh
pada hidup yang berkelas

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun