Mohon tunggu...
Guruji wa
Guruji wa Mohon Tunggu... Induk Art Terapis - konsultan - penulis

"Tak perlu jadi tercemerlang, keindahan konfigurasi rasi bintang di langit tercipta, semua bintang bersahaja bersinar, satu dan lainnya tidak merasa lebih" ---Gurujiwa--

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pernah Ditertawakan Hujan Tengah Malam?

20 Januari 2021   01:11 Diperbarui: 20 Januari 2021   01:20 44 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pernah Ditertawakan Hujan Tengah Malam?
(pixabay/FelixMittermeier )

Putriku
Disapa tangis bayi
Diketawain ibu
Ibu tak berwajah
Tak berbadan
Dalam gelap
Hujan deras
Banjir semata kaki
Jam 00
Tepat tabuh
Belahan malam
Tadi

Lalu hujan pun
Memeluk kami
Dalam gebu
Gelap
Menguras batin
Dan nyali

Perjalanan biasa
Jadi epik
Penuh warna
Perjuangan sepasang
Insan menempuh
Rinai hujan
Tangis
Sebenarnya

Kalau saja
Irigasi jalan dikelola baik
Maka tak ada kepungan
Air
Yang menyergap kami
Dalam malam
Tanpa ujung

Saat para pejabat
Tidur nyenyak
Dibuai mimpi
Kami merasakan
Buruknya layanan publik
Yang membuat perjalanan biasa
Jadi perjuangan luar biasa

Walau sudah tak ada gaib
Yang cekikikan
Menertawakan kami
Tengah malam begini

Ganti kami
Cekakakan menertawakan
Nasib sial
Di hadang banjir
Kesembronoan
Tak bisa pulang

Kalaupun sampai
Kami tetap bahagia
Walau lelah di badan
Sungguh perjalanan malam
Yang tak mungkin
Dilupakan

Didalam ketakberuntungan
Kami masih di tertawakan
Bayang mistis
Sementara sepasang kaki
Lemah kami
Beriang ria
Mandi
Air hujan
Malam malam

Masih kau bilang
Hidupmu
Tak indah
Putriku?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x