Mohon tunggu...
Guruji wa
Guruji wa Mohon Tunggu... Induk Art Terapis - konsultan - penulis

"Tak perlu jadi tercemerlang, keindahan konfigurasi rasi bintang di langit tercipta, semua bintang bersahaja bersinar, satu dan lainnya tidak merasa lebih" ---Gurujiwa--

Selanjutnya

Tutup

Humor

Joging Bikin Patah Hati

1 November 2020   07:56 Diperbarui: 1 November 2020   09:23 23 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Joging Bikin Patah Hati
screenshot-20201101-075807-5f9e0956d541df210d46cc32.png

 Papilon menguap lebar, saat duduk.di teras lantai dua rumah warisan orang tuanya. Pagi ini memusuk.pori porinya, membuat malas bergerak. Saat itulah panah dewa amor melesat, sesosok gadis semampai, berambut panjang diikat topi celana legging dan kaos hitam ketat lewat. Lari joging.

Paras ayu dan aura hoki dari mukanya, membuat bujang lapuk itu terbuka mulutnya. Melongo.

Tanpa ba bi bu lagi. Papilon merasa ini jodohnya, langsung turun ke lantai satu rumahnya, ia mencoba membuntuti sang gadis yang membuatnya jatuh cinta di pandangan pertawa itu. Awalnya mudah, tetapi karena Papilon cuma memakai sendal jepit, karena melewati trek berbukit. Ia terpeleset berkali kali. Sampai dengkulnya lecet luka. Ia menyerah pagi itu.

Begitulah selama tiga bulan berikutnya, ia selalu bersiap joging, tujuannya membuntuti si gadis ayu misterius itu. Kali ini ia siap bersepatu, juga memakai topi. Persis gaya si gadis, tetapi karena tak terbiasa lari joging, bujang malas olah raga ini selalu ketinggalan. Membuntuti saja gagal, apalagi mendekati untuk sekedar kenalan. Kaki gadis itu seperti bersayap.

Persis di hari ke 91, Papilon akhirnya bisa mendekati gadis penggila joging esktrim itu.  Itupun karena tumben si pelari itu hanya jalan kaki.

"Hei, kenalan dong",sapa Papilon ramah. Si Gadis bermuka kuning, hidungnya Mancung, tertawa manis sekali.

"Aku Ineke, kamu Papilon kan",sapa gadis pujaan ramah. Harapan bujang paruh baya ini yang tadinya seupil jadi membukit segunung.

Berhentilah mereka di bangku taman, berceitalah ia panjang lebar. Papilon hatinya bersorak gembira. Sampai Ineke cerita bahwa semalam ia dilamar Alex, pelaut yang baru mendarat dari Elsavador. Belum begitu kenal, tapi keluarga besar, menuntutnya segera berkeluarga. Tidak ada pilihan.

"hmm, kamu cowok yang baik, sayang terlambat kenalan, coba dari tiga bulan lalu. Kamu masih mau kan jadi teman jogingku, Pilon ?", tanya Ineke dengan mata penuh harap. Sambil tangannya membuka topinya. Rambutnya menjuntai bergelombang indah senahu. Alamak !

Papilon sekedar mengangguk, tapi sejak pagi itu dia malas pakai sepatu jogingnya, Ia mogok lari pagi. Hatinya remuk, patah hati. Dalam urusan cinta. Lagi lagi, bujang malang ini jadi pecundang.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x