Mohon tunggu...
Gurujiwa
Gurujiwa Mohon Tunggu... Induk Art Terapis

Dengan berbagai Disiplin seni membenahi batin, hati, rasa gundah, bebenah, menggugah, bangkit dan berhasil, untuk hidup bahagia

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Arang Daging Kurban

2 Agustus 2020   08:50 Diperbarui: 2 Agustus 2020   08:48 13 3 0 Mohon Tunggu...

       Bumbu sate sudah siap. Potongan bawang merah,  cabe merah dan hijau,  plus tomat, lalapan hijau.  Kecap terenak dari kampung sudah diaduk - aduk rata. Arang kayu pun sudah membara terus dikipas - kipas Maimun dengan bersemangat.  Sementara lima anaknya, yang masih kecil -  kecil bergantian menelan liur. Menahan lapar.

       Ibu muda cantik namun kurus karena beban hidup itu teramat yakin,  bahwa suaminya akan pulang membawa berkantong daging qurban. Kambing atau sapi tak masalah.
Tiba tiba api memercik besar dari arang kayu.  Maimun panik. Malah menyenggol panggangan itu tumpah. Apinya berkobar kemana mana.
Lima anaknya menjerit,  menangis ketakutan.

       Ciiiiit?
       Grubyaaak!
Kejaaar!
Kejaaar mobir bangsat itu..!
Terdengar orang orang berkumpul ramai di perempatan
Ada penyebrang jalan di tabrak mobil sepertinya.

       Sampai sore. Maimun masih sibuk memastikan bara arang kayunya siap memasak daging kembali. Lima anaknya tertidur dalam lapar. Sampai mau magrib batang hidup. Kang Kohar masih belum juga nampak batang hidungnya...

(Arang Daging Korban,  geguritan Gurujiwa,  awal agustus, 14.48.WIB)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x