Mohon tunggu...
Aziz Setya
Aziz Setya Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa Komunikasi dan Pernyiaran Islam

Saya mahasiswa IAIN Ponorogo yang bertempat tinggal di Pacitan, Jawa Timur. Selain menulis artikel saya juga menulis cerpen atau novel | email: azizsetya5@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Artikel Utama

Iklan Pinjol yang Meresahkan

22 November 2022   12:40 Diperbarui: 28 November 2022   16:30 2292
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pinjaman online. (foto: ist/freepik) 

"Beberapa iklan pinjol jarang menampilkan besaran bunga dan hanya menampilkan pembayaran akhir dalam tenor tertentu."

Pinjol atau pinjaman online merupakan produk hasil dari perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Banyak perusahaan finansial mulai menjajaki dunia digital dengan menawarkan berbagai kemudahan pinjaman. 

Mereka menawarkan kepada masyarakat dengan iming-iming syarat mudah untuk mendapat pinjaman. Dibalik syarat mudah itu, terdapat ancaman yang menimbulkan korban jiwa.

Kasus perawat berinisial GRD asal Surabaya Wonorejo Selatan, Rungkut, Surabaya ditemukan bunuh diri oleh ibunya di kamar mandi, Sabtu (10/9/2022). Aksi bunuh diri tersebut dikarenakan korban terjerat pinjol dan tidak kuat diteror oleh debt collector.

Kasus bunuh diri akibat pinjol tidak hanya dialami GRD saja. Semenjak 2019 hingga sekarang, kita pasti menemukan berita kasus bunuh diri akibat pinjol. Kasus tersebut tentu dipicu dengan kebutuhan mendesak korban yang terpaksa melakukan pinjaman.

Apalagi aplikasi pinjol sangat masif melakukan promosi melalui iklan pendek Youtube atau aplikasi di Play Store. Mereka menawarkan berbagai kemudahan peminjaman dan bunga yang rendah.

Konsep iklan yang ditampilkan cenderung menggiring opini agar masyarakat berperilaku konsumtif. Mereka juga membuat iklan perbandingan bunga dengan pinjol lainnya dan menganggap pinjol yang diiklankan paling ringan bunganya.

Bahkan sampai membuat drama-drama lebay cuma untuk meminjam ke pinjol. Ada juga iklan pinjol yang menyarankan tidak perlu pinjam ke teman. Padahal pinjam ke teman bisa jadi solusi kalau ada kebutuhan mendesak dan tanpa tambahan sehingga tidak membebani. 

Tentu pinjam ke teman harus sesuai perjanjian waktu dikembalikan agar mendapat kepercayaan.

Sayangnya konsep iklan pinjol cenderung mengajak meminjam untuk memenuhi keinginan bukan kebutuhan. 

Misal menyenangkan pacar dengan meminjam ke pinjol. Tentu ini cara untuk memiskinkan diri sendiri. Cukup memberikan pacar sesuai kemampuannya dan tak perlu harus meminjam  ke pinjol karena sangat merugikan diri sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun