Mohon tunggu...
Aziz Aminudin
Aziz Aminudin Mohon Tunggu... Penulis Lepas, Trainer, Personal Coach, Terapist, Hipnoterapist, Pembicara, Online Marketer, Web Design

Praktisi Kehidupan, Kompasianer Brebes www.azizamin.net Founder MPC INDONESIA www.mpcindonesia.id WA : 0858.6767.9796 Email : azizaminudinkhanafi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Guru Honorer, Bisa Jadi Tidak Butuh Tanda Jasa

6 Mei 2019   15:49 Diperbarui: 6 Mei 2019   16:01 72 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Guru Honorer, Bisa Jadi Tidak Butuh Tanda Jasa
Casman, guru honorer asal Jatigede, Sumedang, Jawa Barat yang telah mengajar sejak tahun 1996. Casman mengajar siswa kelas 4 SDN Ciawi

Masih ingatkah dengan kalimat " Pahlawan Tanpa Tanda Jasa " kalimat yang memiliki efek hipnotis dan mengandung unsur rileksasi yang membuat yang mendengar menjadi adem dan damai.

Kalimat "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa " itu diberikan kepada beliau mereka para guru, yang memang sejatinya patut menyandang gelar Pahlawan Pendidikan. Bagaimana tidak guru memiliki tugas yang sangat mulya yaitu mencerdaskan anak bangsa, masa depan negeri ini terletak pada kualitas generasi muda yang saat ini ada dan beban yang tidak ringan ini diberikan kepada guru sebagai lini terdepan mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

HARI PENDIDIKAN NASIONAL yang diperingati setiap tanggal 2 bulan mei adalah hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.

Tahun 2019, dalam memperingati hari pendidikan nasional ini mengambil tema " Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan " melihat pedoman peringatan hari pendidikan nasional tahun 2019, tanggal 9 April 2019, nomor : 31653/MPK.A/TU/2019, dijelaskan bahwa peringatan hari pendidikan nasional pada tanggal 2 mei 2019 ini tidak semata -- mata hanya memperingati hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara, melaikan juga momentum untuk kembali menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme pada seluruh insan pendidikan.

Membaca pedoman tersebut sejatinya arusnya saya merasa bangga, bahwa saah satu kegiatannya adalam pemberian apresiasi / penghargaan pada insan -- insan yang memiliki peran dalam bidang pendidikan dan kebudayaan serta ziarah ke makam pahlawan.

Akan tetapi melihat langsung tetangga, sahabat dan sajiab berita baik media elektronik, media sosial bahkan media, medengar ko kayaknya saya masih harus mengelus dada dan merasakan kepedihan dan keprihatinan yang dialami oleh mereka yang kayanta pahlawan -- pahlawan tanpa tanda jasa.

Apresiasi dan penghargaan tak akan membuatnya mampu untuk bisa memenuhi kebutuhannya dan menafkahi kebutuhan hidup dan keluarganya, bagaimana beban yang begitu besar untuk mencerdaskan anak bangsa hanya diberikan kepada mereka yang masih harus sibuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya.

Saya tak akan menceritakan berapa kawan saya mendapat honor sebagai gaji guru honorer yang kadang juga dbayarkan tidak tepat waktu, tapi semua tahu dibeberapa kota ada yang hanya dibayar Rp. 150.000 per bulan sampai Rp. 300.000 per bulan, sangat miris.

Maka saya berani bilang " GURU HONORER, BISA JADI TAK BUTUH TANDA JASA " mereka membutuhkan kepastian hidupnya bagaimana mencukupu kebutuhan keluarganya sehingga bisa menjalankan peran dan fungsinya untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

Bagaimana keseriusan pemerintah untuk ini ?, lihat saja nanti tahun depan setelah pemerintahan ini telah memiliki presideh hasil pemilihan yang telah dilaksanakan kemarin, tentunya biar para pahlawan tanpa tanda jasa itu bisa memiliki asa di masa depannya.  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x